Suara.com - Wasit kontroversial Salman Ahmad Falahi, nama yang tak asing lagi bagi pecinta sepak bola Indonesia, kembali menjadi pusat perhatian. Wasit asal Qatar bernama lengkap Salman Ahmad Falahi ini ditunjuk untuk memimpin pertandingan krusial antara Timnas Indonesia dan Australia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa malam ini. Apa saja 'dosa-dosa' Salman Ahmad Falahi selama jadi wasit?
Keputusan Salman Ahmad Falahi pimpin laga itu pun menuai beragam reaksi, terutama mengingat rekam jejaknya yang cukup kontroversial di laga-laga sebelumnya.
Ingatkah Anda saat Indonesia bertemu Irak di Piala Asia 2023? Kala itu, keputusan Falahi sebagai wasit VAR dalam mengesahkan gol kontroversial Irak sempat mengundang polemik.
Keputusan yang dianggap merugikan Timnas Indonesia itu masih membekas di ingatan para penggemar.
Selain insiden di Piala Asia 2023, Falahi juga pernah menjadi sorotan saat memimpin pertandingan SEA Games 2019 antara Vietnam dan Kamboja.
Beberapa keputusannya saat itu dianggap merugikan Kamboja dan memicu protes dari pelatih Vietnam, Park Hang-seo.
Kini, Falahi kembali dipercaya memimpin pertandingan yang tak kalah pentingnya.
Laga Indonesia vs Australia dipastikan akan berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama mengincar kemenangan.
Pertanyaan besarnya adalah: akankah Falahi kembali membuat keputusan kontroversial yang dapat mengubah jalannya pertandingan?
Bukan hanya Falahi, seluruh perangkat pertandingan malam ini berasal dari Qatar.
Hal ini tentu menjadi sorotan tersendiri, mengingat pengalaman pahit yang pernah dialami Timnas Indonesia saat berhadapan dengan wasit asal negara tersebut.
Lantas, siapakah sebenarnya Salman Falahi? Pria kelahiran Qatar ini memulai karier profesionalnya sebagai wasit pada tahun 2014.
Dalam waktu singkat, ia berhasil mencuri perhatian dunia sepak bola dengan kemampuannya memimpin pertandingan.
Berbagai kompetisi bergengsi, seperti Liga Champions Asia dan SEA Games, telah ia jajaki.
Namun, di balik prestasi gemilangnya, Falahi kerap kali dikritik karena keputusan-keputusannya yang dianggap kontroversial.
Gaya kepemimpinannya yang tegas terkadang membuatnya berbenturan dengan pelatih dan pemain.
Pertandingan antara Indonesia dan Australia malam nanti tentu akan menjadi ujian berat bagi Salman Ahmad Falahi.
Tekanan dari kedua kubu dipastikan akan sangat besar. Publik Indonesia tentu berharap Salman Ahmad Falahi dapat memimpin pertandingan dengan adil dan bijaksana, tanpa ada keputusan yang merugikan Timnas Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?