Suara.com - Timnas Indonesia punya sejarah manis bantai Timnas Jepang. Kini skuad garuda akan menghadapi Jepang pada laga kelima Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di SUGBK, Jakarta, Jumat (15/11/2024) malam WIB.
Empat hari kemudian, Indonesia juga akan menjamu Arab Saudi di stadion yang sama, berharap memanfaatkan laga kandang untuk meraih poin penuh.
Meski saat ini posisi Indonesia di klasemen Grup C belum memuaskan, masih ada peluang memperbaikinya hingga 2025.
Laga melawan Jepang diprediksi menarik, mengingat Jepang adalah salah satu raksasa sepak bola Asia dan langganan Piala Dunia.
Kali ini kita bakal membahas kekalahan dan kemenangan terbesar timnas Indonesia atas Jepang.
Jejak Kekalahan dan Kemenangan Terbesar Timnas Indonesia Atas Jepang
Sejak 1954, Timnas Indonesia telah bertemu Jepang 16 kali di ajang internasional dengan catatan lima kemenangan, dua kali imbang, dan sembilan kekalahan.
Beberapa kekalahan terbesar dialami saat kalah 0-6 di Merdeka Tournament 1976, 0-4 di Japan Cup 1979.
Lalu 0-5 di Kualifikasi Piala Dunia 1990 di Tokyo, meskipun sebelumnya sempat menahan Jepang 0-0 di Jakarta.
Baca Juga: Dengkul Gemetar! Jepang Terkenal sebagai Pembantai Timnas Negara ASEAN, Ini 2 Buktinya
Timnas Indonesia pernah menang besar atas Jepang, jadi tidak perlu gentar saat bertemu lagi.
Timnas Indonesia mencatat kemenangan telak 7-0 atas Jepang di Merdeka Tournament pada 11 Agustus 1968 di Kuala Lumpur, yang jaraknya 1.180 km dari Jakarta.
Kemudian, pada laga persahabatan di Stadion GBK, Jakarta, 24 Februari 1981, Timnas Indonesia menang 2-0, kemenangan terakhir atas Jepang.
Dalam pertemuan terakhir, Indonesia kalah 1-3 pada 24 Januari 2024 di Piala Asia 2023.
Timnas Jepang punya banyak keunggulan atas timnas Indonesia. Peluang kejutan selalu terbuka di setiap pertandingan sepak bola.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey