Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengaku bahwa dirinya tumbuh tanpa kehadiran sang ayah dan beranjak dewasa bersama sang ibu.
Kisah ini diceritakan oleh bek berusia 27 tahun itu saat diwawancarai oleh NEC Nijmegen dalam acara bincang-bincang bersama rekan setimnya, Koki Ogawa.
Dalam acara bincang-bincang yang diunggah kanal YouTube N.E.C TV itu, Calvin Verdonk mengaku bahwa dirinya adalah setengah Belanda, setengah Indonesia.
Darah Indonesia didapat dari sang ayah. Hanya saja, ia tumbuh berkembang tanpa kehadiran sosok sang ayah dan hanya tumbuh bersama sang ibu.
“Ayah saya berasal dari Indonesia, tapi saya tumbuh dengan ibu saya. Jadi itu sedikit berbeda bagi saya,” buka Calvin Verdonk.
“Saya merasa separuh orang Indonesia dan separuh orang Belanda, jadi rasanya hebat bisa menjadi bagian tim nasional di sana (Indonesia),” lanjutnya.
Kabar bahwa ayah Calvin Verdonk adalah orang Indonesia berkembang luas sejak dirinya dinaturalisasi pada Juni lalu.
Pada saat rapat kerja (raker) Komisi III DPR RI dengan Menpora saat proses naturalisasinya, diketahui nama ayah Calvin Verdonk adalah Ronald Alting Siberg.
Sang ayah lahir di Indonesia pada 6 Februari 1958 di Meulaboh, Aceh. Sementara sang ibu adalah Tamara Verdonk yang lahir di Dordrecht pada 18 September 1975.
Baca Juga: Perbandingan Harga Pasar Rizky Ridho Vs Bek FC Tokyo, Tak Kalah Saing
Disebutkan oleh @FT_IDN di media sosial X sempat bahwa ayah Calvin Verdonk masih hidup sehat dan tinggal di Belanda, tak seperti berita Hoax yang menyebut ayahnya jadi korban Tsunami di Aceh pada 2004 silam.
“Riset kami ayah Calvin masih ada, walaupun Calvin sejak kecil tinggal dengan ibunya. Mungkin bisa disebarakan. Karena ada batasan tidak mungkin kami menjelaskan rinci privasi pemain apalagi tanpa izin," cuit akun @FT_IDN.
Belakangan netizen menduga bahwa ayah Calvin Verdonk, Ronald Alting Siberg, memiliki akun Instagram dengan nama @rondeindoman.
Hal ini pun terlihat di kolom komentar akun tersebut, di mana akun tersebut mengaku bahwa ia lahir di Meulaboh, Aceh, pada tahun 1958.
Hanya saja akun @rondeindoman itu tak diikuti ataupun mengikuti Calvin Verdonk, sehingga memunculkan persepsi bahwa keduanya sudah tak terikat.
Jika anggapan itu benar, maka kasus Calvin Verdonk ini mirip dengan Radja Nainggolan yang juga menceritakan bahwa dirinya tumbuh tanpa sosok ayahnya, Marianus Nainggolan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Hasil Lengkap dan Update Klasemen Serie A: Inter Kokoh di Puncak, Lazio Menang di Menit ke-100
-
Presiden Inter Blak-blakan Ciri-ciri Pelempar Flare ke Emil Audero, Rekaman CCTV Jadi Kunci
-
Teknik Dasar Kian Matang, Timo Scheunemann Puji Progres Pesepak Bola Putri di Bandung dan Yogyakarta
-
Laga Ajax vs Excelsior Kental Nuansa Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Terlihat Hadir di Tribun
-
Emil Audero Dilempar Flare, Inter Milan Bisa Celaka, Sanksi Berat Menanti
-
Raup Rp5,5 M dari Fans Indonesia, Mees Hilgers Bikin Heboh Media Belanda
-
Update Klasemen Liga Inggris Usai Manchester United Menang Dramatis 3-2 di Old Trafford
-
Hapus Kebingungan Era Amorim, Taktik Sederhana Carrick Bawa Manchester United Menang Beruntun
-
Eks Manchester City Ikuti Jejak Maarten Paes Gabung Ajax Amsterdam
-
Mantan Anak Asuh Diserang Fans, Bos Inter Milan Minta Maaf dan Puji Mental Baja Emil Audero