Suara.com - Jordy Wehrmann dikabarkan kembali dihubungi PSSI terkait kesediaannya untuk dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia.
PSSI disebut Jordy menghubunginya pada Agustus 2024 lalu, tapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya. Jordy sendiri mengaku sangat siap dan tersedia jika harus melakoni proses naturalisasi.
“Iya awal musim ini kita ada kontak, waktu pramusim. Mereka (PSSI) tanya kepada saya bagaimana pandangan saya soal memperkuat Timnas Indonesia. Saya bilang saya siap,” kata Jordy Wehrmann dalam wawancara eksklusif dengan Yussa Nugraha.
“Jadi ketika mereka membutuhkan saya tinggal hubungi saya. Namun, setelah itu PSSI belum lagi menghubungi saya,” tutur pemain 25 tahun tersebut.
Jika PSSI melanjutkan proses naturalisasi Jordy, maka ada plus-minus buat PSSI.
Sisi Positif
Naturalisasi Jordy Wehrmann bisa meningkatkan persaingan di Timnas Indonesia, khususnya di sektor gelandang. Sejauh ini, Thom Haye, Ivar Jenner, dan Nathan Tjoe-A-On yang selalu jadi andalan Shin Tae-yong di pos tersebut.
Ketiga pemain naturalisasi itu juga perlu persaingan agar mendorong mereka untuk selalu memberikan penampilan terbaik. Nah, Jordy punya kualitas untuk bisa memberi rasa “khawatir” akan direbutnya posisi mereka jika performa menurun.
Jordy juga punya pengalaman juga berpengalaman bermain di Eropa bersama Feyenoord, FC Luzern, hingga ADO Den Haag, yang bisa memberi kekuatan tambahan buat Timnas Indonesia.
Baca Juga: Satu Dicoret, Inilah 3 Kiper Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
Selain itu, Jordy Wehrmann juga terbukti punya kualitas mumpuni karena pernah menjadi bagian dari Timnas Belanda. Ia sempat membela Belanda U-17, U-19, hingga Belanda U-20.
Sisi Negatif
Kembali dinaturalisasinya pemain keturunan seperti Jordy Wehrmann juga bisa memberi dampak negatif. Di antaranya menghambat perkembangan pemain lokal.
Seperti diketahui, para pemain lokal di posisi gelandang sangat sulit untuk bisa mendapat kesempatan bermain di Timnas Indonesia usai hadirnya para pemain keturunan.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim