- Isu lingkungan Gen Z Impact Fest 2026 bahas pengolahan limbah sampah plastik.
- Agradaya angkat isu lingkungan Gen Z Impact Fest 2026 lewat komoditas lokal.
- Generasi muda didorong peduli isu lingkungan Gen Z Impact Fest 2026 secara kritis.
Suara.com - Isu keberlanjutan lingkungan dan ekonomi kian menjadi perhatian mendalam bagi generasi muda, khususnya Gen Z. Topik ini juga menjadi pembahasan dalam gelaran Gen Z Impact Fest 2026.
Mengusung tema “Small Action, Big Impact: Membangun Sustainable Lifestyle untuk Net Zero Future”, panel diskusi kedua ini menghadirkan perspektif segar dari para praktisi dan penggerak aksi nyata di lapangan.
Panel diskusi ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif: Asri Saraswati Iskandar (Co-Founder Agradaya), Edi Patmo (Founder Resan Gunungkidul), dan Fransisca Supriyani Wulandari (Manajer Program Yayasan Get Plastic Indonesia).
Mengolah Kekayaan Alam Indonesia, Meningkatkan Nilai Jual
Dalam pemaparannya, Asri Saraswati Iskandar menggarisbawahi potensi besar sumber daya alam (SDA) Indonesia yang kerap belum terkelola secara optimal.
Selama ini, Indonesia sering kali mengekspor bahan mentah tanpa melalui proses pengolahan di dalam negeri yang dapat meningkatkan nilai tambahnya.
Melalui Agradaya, Asri Saraswati membagikan pengalaman nyatanya dalam mematahkan stigma tersebut. Agradaya fokus memproses komoditas lokal, salah satunya kemiri, di dalam negeri sesuai dengan standar kualitas ketat pasar Eropa.
Hasilnya, komoditas yang mulanya bernilai jual standar dapat diekspor sebagai produk olahan berkualitas tinggi dengan nilai ekonomi yang melipat ganda.
Solusi Kreatif Penanganan Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar
Isu penumpukan sampah plastik yang mendominasi limbah harian masyarakat Indonesia juga menjadi sorotan utama.
Fransisca Supriyani Wulandari bersama Yayasan Get Plastic Indonesia menawarkan aksi nyata dalam menanggulangi permasalahan ini.
Dalam sesi tersebut, dipaparkan bagaimana limbah plastik dapat diolah dan dikonversi kembali menjadi bahan bakar kendaraan.
Inovasi ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah plastik yang mencemari lingkungan sekitar, tetapi juga menghasilkan produk energi baru yang memiliki nilai guna serta nilai jual tinggi.
Mendorong Generasi Z yang Open-Minded dan Melek Isu Lingkungan
Keseluruhan pemaparan dari para narasumber menyuarakan satu pesan penting yaitu, Generasi Z dituntut untuk memiliki keterbukaan pikiran (open-minded) serta kepekaan tinggi terhadap berbagai isu lingkungan yang ada di sekitarnya.
Saat ini, lingkungan kita tengah menghadapi ancaman pencemaran lingkungan yang serius, tetapi di saat yang bersamaan juga menyimpan potensi besar yang belum banyak tersentuh.
Anak muda harus mulai melek bahwa di balik masalah lingkungan yang kompleks, selalu ada peluang untuk mengeksplorasi dan mengolah kembali potensi sekitar menjadi barang bernilai jual tinggi.
Asri Saraswati menegaskan pentingnya perubahan pola pikir bagi generasi muda dalam mengelola peluang dan nilai tambah “Kita harus jadi generasi yang kritis, karena peluang dari apa yang belum kita eksplor sangat besar bagi keberlangsungan komoditas alam di Indonesia.”
Kunci utamanya terletak pada keberanian Gen Z untuk berpikir kritis, kreatif, dan mau mengambil peran aktif dalam mengelola masalah menjadi solusi yang berdampak secara ekologis maupun ekonomis.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah