Suara.com - Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh Timnas Indonesia sebelum menghadapi Timnas Laos di Piala AFF 2024.
Pertandingan melawan Laos akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada Kamis (12/12/2024).
Sebelumnya, Timnas Indonesia menang 0-1 melawan Myanmar di Thuwunna Stadium.
Performa skuad U-22 saat itu berbeda dengan pemain senior, terutama di babak pertama yang kurang baik meski membaik di babak kedua.
Apa saja yang perlu dibenahi jelang laga melawan Laos? Simak ulasannya.
Penyerang Wajib Lebih Tajam
Timnas Indonesia menurunkan Hokky Caraka dan Arkhan Kaka sebagai penyerang kembar melawan Myanmar, namun penampilan mereka kurang optimal dan gagal mengancam gawang lawan di babak pertama.
Di babak kedua, Arkhan Kaka digantikan, dan Hokky Caraka menjadi penyerang tengah bersama Rafael Struick dan Victor Dethan.
Meski formasi berubah, lini serang tetap kurang tajam.
Baca Juga: 3 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicadangkan Saat Jumpa Laos
Timnas perlu meningkatkan kreativitas dalam membongkar pertahanan lawan dan memperbaiki penyelesaian akhir.
Lini Tengah Harus Diperbaiki Juga
Timnas Indonesia menggunakan formasi 3-5-2 melawan Myanmar, dengan Zanadin Fariz, Arkhan Fikri, dan Marselino Ferdinan di lini tengah.
Formasi ini kurang efektif, menyebabkan sering kehilangan bola dan memungkinkan serangan balik dari Myanmar.
Trio ini tampak kurang kompak dan perlu perbaikan jika Shin Tae-yong ingin tetap menggunakan tiga gelandang.
Namun, saat beralih ke formasi dua gelandang di babak kedua, performa Indonesia membaik.
Berita Terkait
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicadangkan Saat Jumpa Laos
-
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia untuk AFC Cup U-20, Ada Matthew Baker?
-
Terkuak Alasan Stadion GBK Tak Dipakai Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
-
STY Buka Peluang Rotasi Pemain saat Lawan Laos, Indonesia OTW Menang Mudah?
-
Pangkal Paha Robek, Mees Hilgers: Saya Gak Boleh Ngeluh!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?