Suara.com - Mantan pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, dianugerahi gelar Kesatria dari Raja Charles III atas jasanya ketika melatih skuat Tiga Singa periode 2016 hingga 2024.
Sebagai informasi, pelatih berusia 54 tahun itu mampu membawa Iimnas Inggris dua kali ke final Piala Eropa (Euro) pada 2020 dan 2024. Dia juga mengantarkan Inggris ke semifinal Piala Dunia 2018 selama delapan tahun masa jabatannya.
Southgate pun menjadi pelatih Inggris keempat yang dianugerahi gelar kesatria,. Sebelumnya, ada Sir Walter Winterbottom, Sir Alf Ramsey, dan Sir Bobby Robson yang telah mendapatkan anugerah itu lebih dulu.
Ketua Federasi Sepak Bola Inggris (FA), Debbie Hewitt, memberikan pujian untuk Southgate yang dianggap telah mewujudkan yang terbaik dari sepak bola Inggris.
"Dia membawa para penggemar kami lebih dekat dari sebelumnya dengan tim, membela apa yang dia yakini dan menginspirasi para pemain untuk berbagi kebanggaan dalam mewakili Inggris," kata Hewitt dikutip dari BBC, Selasa.
"Merupakan sebuah kehormatan untuk mengenal pria dan pelatih ini. Kami semua yang telah merasakan perhatian, dedikasi, dan kepemimpinannya, sangat senang dengan berita yang luar biasa ini," imbuhnya.
Adapun Southgate saat ini masih menganggur. Sejak mundur dari Timnas Inggris setelah Euro 2024, dirinya masih belum kembali melatih timnas atau klub manapun.
(Antara)
Baca Juga: Beckham Gagal Dapat Gelar Ksatria, Ternyata Sosok Ini yang Dipilih Kerajaan
Berita Terkait
-
Beckham Gagal Dapat Gelar Ksatria, Ternyata Sosok Ini yang Dipilih Kerajaan
-
BREAKING NEWS! Mantan Pelatih Timnas Inggris Sven-Goran Eriksson Meninggal Dunia
-
Ingin Latih Tim Nasional, Mungkinkah Pep Guardiola ke Timnas Inggris?
-
Jahat! Mundur dari Timnas Inggris, Gareth Southgate Ditawari Pekerjaan Nganter Pizza
-
Usai Final Euro 2024, Gareth Southgate Resmi Tinggalkan Timnas Inggris
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?