Suara.com - Asisten Shin Tae-yong di timnas Indonesia, Nova Arianto memberikan respons usai pelatih asal Korea Selatan tersebut dipecat oleh PSSI.
Shin Tae-yong resmi diberhentikan sebagai pelatih timnas Indonesia, Senin (6/1/2025). Kabar ini disampaikan langsung oleh Ketum PSSI, Erick Thohir.
Usai pemecatan Shin Tae-yong, Nova Arianto yang merupakan asisten di skuad Garuda ikut memberikan respons.
Sosok yang juga menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia U-17 menyampaikan terima kasih kepada Shin Tae-yong.
"Hanya bisa menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya coach (Shin Tae-yong) karena sudah memberikan warna dan cerita yang baik untuk sepak bola Indonesia. Pastinya kami beruntung dengan keberadaan coach selama hampir 5 tahun di Tim Nasional," tulis Nova Arianto di Instagram.
"Kita bisa melihat Tim Nasioanal sekarang berada di level yang berbeda dan setidaknya kami tahu apa saja yang menjadi kekurangan pemain Tim Nasional selama ini dan itu menjadi tanggung jawab kami untuk memperbaikinya," sambung pelatih 45 tahun ini.
Nova Arianto mengaku dapat banyak pelajaran ketika dirinya masuk sebagai staf pelatih Shin Tae-yong selama menangani tim Merah Putih.
"Banyak pelajaran yangg didapat dari etos kerja, pendirian, disiplin, dan mungkin banyak lagi yangg mungkin saya dapat selama kebersamaan saya dengan coach Shin. Pastinya itu semua akan menjadi bekal yang saya bawa dalam karier kepelatihan saya kedepan," jelas Nova.
"Terima kasih coach selalu memberikan masukan dan support kepada saya dan saya sampaikan dari dalam hati saya paling dalam permintaan maaf sebesar besarnya."
Baca Juga: Kabar Baik di Balik Pemecatan Shin Tae-yong, Erick Thohir: Jairo Riedewald Bakal Diproses
"Seandainya selama saya bersama dengan coach Shin dan coaching staff ada tindakan saya yang salah atau kurang berkenan di hati coach Shin dan coaching staff lainnya," tambahnya.
Nova Arianto mendoakan bahwa pelatih berusia 54 tahun tersebut agar meraih kesuksesan di masa mendatang.
"Sukses dimanapun berada coach @shintaeyong7777 dan coaching staff semua. Tetaplah menjadi keluarga besar Sepak Bola Indonesia dan berharap kita bisa bertemu kembali di lain kesempatan untuk bersama-sama melihat sepak bola Indonesia yang lebih berprestasi kedepannya," pungkas Nova Arianto.
Berita Terkait
-
3 Pihak yang 'Bergembira' usai Shin Tae-yong Dipecat PSSI
-
Netizen Soroti Momen Erick Thohir Bareng Bung Towel: Gara-gara Ini STY Dipecat
-
Here We Go! PSSI Kontrak Patrick Kluivert 2 Tahun, Tapi..
-
Justin Hubner Ngamuk Shin Tae-yong Dipecat!
-
Jejak Karier Kepelatihan Patrick Kluivert, Calon Pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia?
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla
-
Ratusan Kepala SPPG Dipecat, 455 Dapur MBG Ditutup
-
Makan Malam Berubah Jadi Mimpi Buruk, 8 Anggota Keluarga Tewas dalam Penembakan Montana
-
Totalitas Tanpa Batas! Rachma Julia Siapkan Single Baru Sambil Galang Aksi untuk NTT
-
GPI Ajak Warga Tak Terprovokasi Aksi Demo: Jangan Klaim Diri Merepresentasikan Rakyat
-
5 Pasangan Zodiak yang Paling Tidak Cocok Dijadikan Rekan Kerja Satu Tim
-
Secret Service Buka Suara, Nyawa Anak Bungsu Donald Trump Dihargai Rp156 Miliar
-
Persib Bandung Luncurkan Jersey Musim Kompetisi 2026/2027
-
ISPA Palembang Tembus 9.313 Kasus Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Data Terbarunya
-
Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara