Suara.com - Berikut empat benua yang jadi tempat berkarier para penggawa Timnas Indonesia. Benua manakah yang paling banyak diisi oleh penggawa Merah Putih?
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia saat ini tak hanya diisi oleh para pemain yang berkiprah di Tanah Air semata, melainkan juga diisi oleh pemain yang berkiprah di luar negeri.
Tak tanggung-tanggung, para pemain yang berkiprah di luar negeri ini bahkan tersebar di berbagai benua. Tercatat ada empat benua yang dihuni oleh para penggawa Garuda.
Persebaran pemain Timnas Indonesia hingga mencakup empat benua itu tak lepas dari program naturalisasi yang dikebut oleh PSSI dalam beberapa tahun terakhir.
Ya, Federasi Sepak Bola Indonesia itu banyak menyasar para pemain yang memiliki darah Indonesia untuk dinaturalisasi sesuai dengan aturan dari FIFA.
Karena program naturalisasi itu, Timnas Indonesia pun saat ini dihuni banyak pemain yang berkiprah di luar negeri dan tersebar di empat benua.
Lantas, di benua mana saja para pemain Timnas Indonesia berkarier? Kira-kira benua mana yang menyumbang pemain terbanyak untuk skuad Garuda saat ini?
1. Asia
Mengingat Indonesia terletak di benua Asia, maka tak mengherankan jika benua kuning menjadi benua yang paling banyak menyumbangkan pemain untuk skuad Garuda.
Baca Juga: Pelatih Bahrain: Nggak Takut!
Dalam daftar 27 pemain yang dipanggil Timnas Indonesia, benua Asia sendiri mengirimkan total 12 pemain dengan rincian 9 pemain di Indonesia, 1 pemain di Jepang, 1 pemain di Thailand, dan 1 pemain di Malaysia.
9 pemain di Indonesia itu berkiprah di Liga 1, sedangkan di Jepang ada Sandy Walsh, di Thailand ada Pratama Arhan, dan di Malaysia ada Jordi Amat.
2. Eropa
Karena banyak menyasar pemain keturunan dari Belanda, benua Eropa pun turut menyumbangkan pemain terbanyak untuk Timnas Indonesia, yakni dengan total 13 pemain.
Dari 13 pemain itu, 5 di antaranya berkarier di Belanda, lalu disusul 4 pemain di Inggris, 2 pemain di Belgia, 1 pemain di Italia, dan 1 pemain di Denmark.
Ke-13 pemain itu adalah Thom Haye, Mees Hilgers, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Calvin Verdonk (Belanda), Ole Romeny, Marselino Ferdinan, Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner (Inggris), Shayne Pattynama, Ragnar Oratmangoen (Belgia), Jay Idzes (Italia), dan Kevin Diks (Denmark).
3. Amerika
Siapa sangka, skuad Timnas Indonesia untuk bulan Maret ini juga ada yang berkarier di benua Amerika. Tercatat hanya ada satu pemain yang berkiprah di benua itu.
Pemain itu adalah Maarten Paes yang kini bermain di FC Dallas di kompetisi kasta teratas Amerika Serikat atau Major League Soccer (MLS).
Maarten Paes sudah berkarier di Amerika Serikat sebelum menjadi WNI. Tercatat ia bergabung FC Dallas pada 2022 lalu.
4. Australia
Meski di sepak bola Australia masuk kompetisi AFC, nyatanya negeri Kanguru ini berstatus benua sendiri di mata dunia. Tercatat, ada satu pemain Timnas Indonesia yang berkarier di benua ini.
Sosok tersebut adalah Rafael Struick. Pemain kelahiran Belanda ini tercatat membela salah satu tim kompetisi teratas Australia atau A-League, yakni Brisbane Roar.
Penyerang berusia 21 tahun itu memutuskan hijrah ke Australia dan membela Brisbane Roar pada September 2024 lalu, usai menimba ilmu dan membela ADO Den Haag sejak 2020.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik