Suara.com - Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, sempat menyinggung Chemistry atau koneksi di tubuh skuad Garuda jelang laga kontra China di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Tak hanya menyinggung soal Chemistry di skuad Timnas Indonesia, Thom Haye bahkan mengaku dirinya akan tiba di Tanah Air lebih cepat untuk menghadapi laga ini.
Seperti yang diketahui, tim Garuda akan kembali melakoni putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada bulan Juni mendatang.
Di bulan Juni tersebut, Timnas Indonesia akan melakoni dua laga terakhir grup C, yakni dengan menjamu China (5/6) dan bertandang ke Jepang (10/6).
Dari dua pertandingan tersebut, laga kontra China menjadi laga yang wajib dimenangkan oleh tim Merah Putih untuk bisa menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.
Menyadari pentingnya kemenangan di laga kontra China, Thom Haye pun mengaku akan datang lebih cepat ke Indonesia guna melakoni persiapan.
“Ada perbedaan yang lebih besar antara jeda internasional terakhir dengan yang ini,” buka Thom Haye dalam siniar di kanal YouTube-nya, The Haye Way.
“Di bulan Juni, kami bermain lagi dan mungkin setelah musim berakhir, saya pikir ada kemungkinan untuk pergi ke Jakarta sedikit lebih awal untuk mendapatkan waktu lebih (persiapan)," lanjutnya.
Pernyataan itu kemudian disambar oleh rekannya, Neal Petersen, di mana kedatangan yang lebih awal akan membantu membangun Chemistry di tubuh Timnas Indonesia.
Baca Juga: Rumor Pascal Struijk Bikin PSSI Dicap Buruk: Jadi Liar Sepeninggal Shin Tae-yong
Hal ini pun diamini oleh Thom Haye, yang menyebut kedatangan lebih awal ke Indonesia akan membantu para pemain menghabiskan waktu bersama dan membangun Chemistry lebih dalam.
“Saya pikir menjaga Chemistry tim juga (dengan datang lebih awal). Kalau melihat pertandingan terakhir misalnya, tidak hanya para pemain siapa yang menjadi starter,” tambahnya.
“Tapi jika melihat keseluruhan tim, semua pemain yang masuk menurut saya itu menunjukkan bahwa kita benar-benar satu tim,” pungkasnya.
Sekadar informasi, sebelumnya para pemain Timnas Indonesia tak punya waktu yang cukup untuk membangun Chemistry di tubuh tim, mengingat singkatnya waktu untuk berkumpul.
Namun di jeda internasional bulan Juni ini, para pemain sebagian besar akan merampungkan musim 2024/2025 bersama klubnya pada pertengahan Mei.
Karena rampung membela klub di bulan pertengahan Mei, maka para penggawa Timnas Indonesia bisa berkumpul lebih cepat di Indonesia, yakni satu hingga dua minggu sebelum laga kontra China.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung