Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, mendadak menjadi sorotan media asing, khususnya dari Vietnam. Media olahraga terkemuka, TheThao247, secara sinis menyebut jabatan Vanenburg bisa saja hanya bertahan seumur jagung jika gagal membawa Garuda Muda berjaya di Piala AFF U-23 2025.
Pernyataan kontroversial ini muncul menjelang persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala AFF U-23 yang akan berlangsung pada 14 hingga 31 Juli 2025.
TheThao247 menyoroti tekanan besar yang kini menghimpit mantan legenda sepak bola Belanda itu, terutama karena Indonesia memasang target tinggi: juara di kandang sendiri.
Vanenburg disebut akan memimpin skuad Garuda Muda di turnamen regional bergengsi tersebut. Tekanan tak hanya datang dari ekspektasi publik Tanah Air, tetapi juga karena Indonesia harus menghadapi tim-tim kuat, termasuk Vietnam yang berstatus juara bertahan dua edisi terakhir.
“Gerald Vanenburg, legenda sepak bola asal Belanda, akan memimpin skuad Garuda Muda pada turnamen tersebut. Indonesia menetapkan target tinggi: juara di kandang sendiri,” tulis TheThao247 dalam artikelnya yang dirilis Kamis, 1 Mei 2025.
Tak hanya itu, media Vietnam tersebut juga menilai bahwa jalan menuju gelar tidak akan mudah. Vanenburg harus menaklukkan rival-rival tangguh, salah satunya Vietnam yang dinilai memiliki skuad solid dan pengalaman lebih dalam ajang ini.
Masa Depan Vanenburg Dipertaruhkan di Piala AFF U-23?
Lebih tajam lagi, TheThao247 menyebutkan bahwa masa depan Vanenburg bersama Timnas Indonesia U-23 sangat bergantung pada hasil di Piala AFF U-23 2025. Jika gagal memenuhi ekspektasi, posisinya sebagai pelatih kepala bisa langsung dievaluasi.
“Bahkan, menurut beberapa sumber, masa depan Vanenburg di Timnas U-23 sangat ditentukan oleh hasil di Piala AFF U-23 2025 ini,” tulis media tersebut.
Baca Juga: Jumpai Jens Raven, Gerald Vanenburg Blak-blakan Persiapan Timnas Indonesia U-23 Sudah Berjalan
“Penampilan tim akan menjadi bahan evaluasi PSSI untuk menentukan apakah Vanenburg layak melanjutkan kontraknya sebagai pelatih kepala (Timnas U-23),” lanjutnya.
Dengan nada nyinyir, media Vietnam seolah meragukan kemampuan Vanenburg untuk bertahan lama di kursi pelatih.
Padahal, pelatih yang juga merupakan asisten Patrick Kluivert ini tengah melakukan berbagai persiapan serius, termasuk menjalin komunikasi dengan para pemain potensial keturunan seperti Jens Raven.
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah: Dua Stadion Disiapkan
PSSI sendiri telah menyiapkan dua stadion utama untuk menggelar pertandingan Piala AFF U-23, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta dan Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius membidik prestasi maksimal dalam perhelatan ini.
Sementara itu, proses drawing atau undian grup turnamen rencananya akan digelar pada 30 Mei 2025 di Jakarta. Hasil undian tersebut akan menjadi penentu lawan-lawan yang akan dihadapi Garuda Muda di babak penyisihan.
Pernyataan media Vietnam yang menyebut jabatan Vanenburg bisa “seumur jagung” sebenarnya bisa menjadi pemantik semangat tersendiri bagi pelatih dan para pemain.
Di bawah tekanan publik dan sorotan asing, justru ada peluang besar untuk membuktikan bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi tuan rumah, tapi juga kandidat kuat peraih gelar juara.
Kini, bola panas ada di tangan Vanenburg. Mampukah ia menjawab keraguan media Vietnam dan mempersembahkan prestasi bagi Merah Putih? Ataukah komentar sinis tentang masa jabatan "seumur jagung" akan terbukti?
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal