Dengan bergabungnya Simon ke dalam struktur kepelatihan Timnas Indonesia, publik sepak bola Tanah Air berharap akan ada sistem pembinaan yang lebih terarah dan profesional.
Apalagi, pengalaman internasional yang dimilikinya, baik sebagai pemain maupun pelatih teknik, menjadi modal berharga untuk membangun generasi emas sepak bola Indonesia.
Langkah PSSI menunjuk figur seperti Tahamata juga sejalan dengan misi besar menuju Piala Dunia 2026, di mana Indonesia menargetkan peningkatan performa dan struktur pemain secara menyeluruh, termasuk pencarian talenta diaspora yang potensial.
Kini, yang menjadi sorotan adalah bagaimana Simon Tahamata menjalankan tugas barunya: apakah ia mampu menemukan "permata tersembunyi" di tengah talenta muda lokal dan diaspora? Waktu akan menjawab, namun harapan sudah disematkan.
Kontributor: Muh Faiz
Berita Terkait
-
PSSI: Ragnar Oratmangoen Harus Istirahat!
-
Media Internasional: Simon Tahamata Jadi Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia
-
Simon Tahamata Resmi Gabung Timnas Indonesia, PSSI Minta Tunggu Pengumuman Resmi
-
Simon Tahamata Gabung Timnas Indonesia, Ini Jabatan dan Tugasnya
-
3 Fakta Garuda Calling 2025: Rekor Jordi Amat Patah, Marselino Masih Tak Goyah
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan