Jika Timnas Indonesia menang, peluang mereka lolos akan tetap terbuka meski masih harus menghadapi Jepang di laga pamungkas.
Sebaliknya, jika kalah, harapan untuk lolos sangat kecil mengingat Jepang adalah lawan yang berat.
Publik China sendiri ketar-ketir dengan militansi suporter Garuda.
Salah satu media China menyebut di luar kemewahan Timnas Indonesia yang dihuni pemain naturalisasi, suporter jadi faktor yang bisa membuat pemain China tertekan.
Menurut media China itu, suporter Garuda bisa menyulap tempat pertandingan Timnas Indonesia vs China, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi kandang setan.
"Suporter Garuda sangat fanatik dan bisa membuat kondisi stadion layaknya kandang setan," tulis media China Chengdu Cover News seperti dikutip Suara.com
"Suasana seperti ini akan sangat mendongkrak moral tim tuan rumah dan menciptakan tekanan psikologis pada tim tamu. Keunggulan tuan rumah ini tidak boleh diremehkan," sambung media China tersebut.
Meski begitu, media China itu menuliskan bahwa kondisi Timnas Indonesia saat ini di sisi lain sangat menguntungkan anak asuh Branko Ivankovic.
"Striker utama Indonesia itu sempat terpuruk setelah sempat bermain di Liga Australia," sebut media China itu.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs China: Naga Loyo di Babak Kedua Saatnya Garuda Mencabik
"Selain itu, dua gelandang mereka juga terkena sanksi larangan bermain. Semua itu jadi kabar baik untuk timnas China,"
3. Pemain Cadangan Wajib Bagus Tampil Bagus
Dari segi teknis, efektivitas serangan dan ketahanan mental akan menjadi penentu hasil akhir laga ini.
Pengganti pemain inti harus menunjukkan kualitas dan tidak kalah mental di laga penting seperti ini.
Kekompakan dan komunikasi antarpemain harus dijaga agar tidak memberi ruang kepada serangan cepat China.
Tiga poin di laga ini bukan hanya tentang posisi klasemen, tapi juga menjaga moral tim dan publik.
Timnas Indonesia wajib tampil total untuk memastikan langkah mereka tidak terhenti di fase ketiga kualifikasi ini.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia vs China: Naga Loyo di Babak Kedua Saatnya Garuda Mencabik
-
Prediksi Timnas Indonesia vs China: Momen Sempurna untuk Menang, Garuda!
-
Bukti Cinta Emil Audero untuk Indonesia, Tak Grogi Jelang Hadapi China?
-
Thom Haye dan Rafael Struick ke Liga 1 Indonesia, Cocok Gabung Klub Apa?
-
Alex Pastoor Ngamuk! Diduga Tegur Fans Timnas Indonesia
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Rampok Toko Emas Pakai Senpi Dinas, Briptu MZ Dipecat dari Polda Aceh
-
Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
-
Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI
-
522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma
-
Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026
-
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar
-
Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto
-
Review Buku Anything, Kisah Hangat Tentang Arti Sebuah Rumah
-
Pembangunan Pipa Gas di Dusem Bakal Perkuat Ketahanan Energi dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat