Pasalnya pemain asal Argentina tersebut pernah bermain di berbagai klub top Eropa.
Selama kariernya, Erik Lamela sempat berseragam River Plate, AS Roma, Tottenham Hotspur, dan Sevilla.
AEK Athens membyongnya ke Yunani dengan status bebas transfer usai kontrak pemain 33 tahun itu habis di Sevilla.
Di musim ini, Erik Lamela tercatat main dalam 31 pertandingan di semua kompetisi bersama AEK Athens dengan sumbangan enam gol dan tiga assist.
3. Domagoj Vida
Terakhir adalah Domagoj Vida yang mungkin tidak setenar dua nama sebelumnya.
Sebab, Domagoj Vida berkarier di Bayer Leerkusen, Dinamo agreb, Dynamo Kiev, dan Besiktas sebelum akhirnya berlabuh ke AEK Athens.
Namun, Domagoj Vida merupakan bek yang telah menjadi andalan di timnas Kroasia.
Terbukti ia telah mengantongi 105 caps bersama Kroasia dan pernah mengantarkan negaranya mencapai final Piala Dunia 2018 lalu.
Baca Juga: Media Vietnam Termangu, Konsistensi Jay Idzes di Timnas Indonesia Tuai Pujian
Sayangnya di partai final Kroasia harus tumbang atas Prancis dengan skor 2-4.
Domagoj Vida sendiri menjabat sebagai kapten AEK Athens, ia akan lebih sering menegkomando Dean James jika memang resmi pindah karena posisinya adalah bek.
Sementara itu, AEK Athens salah satu klub besar Yunani yang merupakan tim tersukses ketiga di sana di bawah Olympiacos dan Panathinaikos.
Musim lalu AEK Athens finis di posisi empat play off Championship.
Hasil itu membuat AEK lolos ke babak kualifikasi Conference League.
AEK Athens, yang berbasis di Nea Filadelfeia, Attica, Yunani, itu didirikan pada 13 April 1924, atau 101 tahun yang lalu. Tim yang sudah berumur lebih dari satu abad ini berbasis di Agia Sophia Stadium.
Saat ini, AEK atau Athlitiki Enosis Konstantinoupoleos, tercatat sebagai salah satu dari tiga klub tersukses di Yunani. Sepanjang sejarah, mereka setidaknya sudah berhasil memenangkan 32 gelar nasional.
Sebagai informasi, AEK merupakan satu-satunya klub asal Yunani yang pernah lolos ke semifinal UEFA Cup (1976/1977), dan dua kali mencapai perempat final UEFA Cup Winners’ Cup pada 1996/1997 dan 1997/1998.
Berita Terkait
-
2 Pemain Naturalisasi Resmi Tak Dipanggil TC Timnas Indonesia U-23
-
Klubnya Degradasi, PSIS Semarang Justru Kirim Pemain ke Timnas Indonesia U-23
-
BREAKING NEWS! Daftar 30 Pemain Timnas Indonesia U-23 untuk TC di Jakarta
-
Dipanggil ke Timnas Indonesia U-23, Si Ganteng Rp 1,7 Miliar Malah Disebut Pemain Lemah
-
Pesaing Calvin Verdonk apabila Gabung FC Utrecth, Harus Kalahkan Eks FC Schalke
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan
-
Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!
-
Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung
-
Geger di Garut! Dendam Lama Berujung Pembacokan, Pria Serang Kerabat Pakai Golok
-
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel, Usut Kasus Gratifikasi Eks Wamen Silmy Karim
-
MBG Telan Korban, BGN Naikkan Status Kasus dan Sanksi Tegas Pelaku
-
Pemerintah Lebih Untung Jika Jalankan Putusan MK Soal MBG di 2027, Pakar UGM Jelaskan Alasannya
-
Lolos Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Justru Ungkap Alarm Bahaya untuk Persib Bandung