Pasalnya Belanda U-21 di dua partai awal tak mampu meraih kemenangan. Imbang 2-3 melawan Finlandia dan kalah 1-2 dari Denmark.
Terobosan taktik kemudian dilakukan oleh Michael Reiziger di partai terakhir. Ia mem-plot pemain keturunan Indonesia jadi gelandang sentral.
Pemain keturunan Indonesia berbandrol Rp208 miliar, Ryan Flamingo yang merupakan seorang bek tengah dipasang Michael Reiziger sebagai gelandang sentral.
Gunakan formasi 4-3-3, Michael Reiziger memasang pemain keturunan Indonesia, Ryan Flamingo bersama Luciano Valente dan Kenneth Taylor.
Meski harus bermain dengan 10 orang setelah Youri Regeer mendapta kartu merah, Belanda U-21 sukses meraih kemenangan 2-0 atas Ukraina.
Sebelum laga kontra Ukraina, Jong Oranje berada dalam posisi sulit. Dua laga awal tidak membuahkan kemenangan, membuat laga terakhir menjadi penentu.
Dengan tekanan besar dan permainan yang masih jauh dari ekspektasi, Reiziger memutar otak, termasuk memainkan Thom van Bergen sebagai pengganti Noah Ohio yang cedera dan Ryan Flamingo yang ditarik ke lini tengah.
Sejak awal pertandingan, permainan Belanda U-21 belum benar-benar membaik. Masih terlihat banyak kesalahan mendasar, terutama dalam penguasaan bola.
Kenneth Taylor dan Jorrel Hato bahkan nyaris memberikan gol cuma-cuma bagi Ukraina karena kehilangan bola di dekat kotak penalti sendiri. Untungnya, Ukraina gagal memanfaatkan peluang tersebut.
Baca Juga: Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Setelah setengah jam berlalu, Jong Oranje mulai mengambil alih kendali permainan. Mereka menciptakan beberapa peluang melalui aksi Millian Manhoef yang merepotkan lini belakang Ukraina.
Gol pembuka akhirnya datang dari sebuah kesalahan fatal pemain Ukraina, Arseniy Batahov.
Bola berhasil direbut Ruben van Bommel yang dengan tenang memberikan assist matang kepada Luciano Valente. Tanpa kesalahan, Valente mencetak gol pembuka yang krusial di menit ke-30.
Usai jeda, Belanda U-21 menggandakan keunggulan lewat aksi cerdas Thom van Bergen.
Umpan terukur dari Taylor dikonversi menjadi gol cantik lewat sepakan chip yang mengecoh kiper Ukraina. Skor menjadi 2-0 dan Jong Oranje seolah sudah mengamankan tiket ke babak selanjutnya.
Namun masalah lama kembali menghantui: penyelesaian akhir. Meski memiliki sejumlah peluang emas, termasuk dari Taylor, Valente, dan satu gol Van Bergen yang dianulir, mereka gagal menambah gol ketiga.
Sementara itu, di laga lain, Denmark yang sempat unggul harus puas bermain imbang 2-2 melawan Finlandia. Untungnya, hasil akhir tetap berpihak pada Belanda yang lolos dengan susah payah.
Berita Terkait
-
Bikin Bangga! Jay Idzes Masuk 3 Besar Bek Muda Terbaik Eropa dalam Duel Bertahan
-
Klub-klub Eropa Saling Sikut Demi Rekrut Bek Timnas Indonesia Berbandrol Rp112 M
-
Pujian Pelatih Bergaji Rp384 M untuk Pemain Keturunan Indonesia Tijjani Reijnders
-
Dony Tri Pamungkas Bela Timnas Indonesia U-23, Persija Rekrut Nathan Tjoe-A-On?
-
Bukan Sesumbar, Ini Alasan Timnas Indonesia U-23 Tak Banyak Panggil Pemain Naturalisasi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan