Suara.com - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza seperti memberikan kode Thom Haye dan Jordi Amat bakal bergabung dengan tim asuhannya untuk mengarungi Liga 1 2025/2026.
Sebelumnya, mantan pelatih Madura United itu ingin menjadikan Macan Kemayoran sebagai lumbung pemain Timnas Indonesia.
Itu artinya, skuad Persija butuh banyak pemain berlabel Timnas Indonesia sehingga nama-nama seperti Thom Haye dan Jordi Amat diperlukan.
Terlebih lagi dalam waktu belakangan ini, kedua nama naturalisasi tersebut memang dikaitkan dengan tim kesayangan Jakmania tersebut.
Dalam wawancaranya dilansir dari kanal YouTube Persija Jakarta, Maurico Souza ingin tim asuhannya terus memberikan sumbangsih kepada Timnas Indonesia.
Seperti kita ketahui, Jordi Amat dan Thom Haye sejauh ini adalah pemain andalan Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Itu belum termasuk wajah-wajah lama seperti Rizky Ridho, serta beberapa pemain Timnas Indonesia kelompok umur kaya Witan Sulaeman, Ilham Rio Fahmi, Rayhan Hannan, dan Dony Tri Pamungkas.
"Saya berharap kami bisa terus menyumbangkan pemain untuk tim nasional," kata Mauricio Souza dilansir dari kanal YouTube Persija, Rabu (25/6/2025).
"Saya rasa itu adalah sebuah kebanggaan bagi setiap pemain, saya kira itu adalah puncak dalam karier seorang pemain, yaitu bisa membela timnas negaranya," jelasnya.
Baca Juga: 10 Fakta Unik Lecce: Kenali Klub Peminat Jay Idzes, Dirumorkan Dikuasai Raffi Ahmad
Lebih lanjut, sosok 51 tahun itu tahu kekuatan Persija bisa berkurang jika ada pemain yang sibuk bersama Timnas Indonesia.
Namun, baginya tidak masalah karena ia percaya dengan pemain lain bisa menutupi posisi yang ditinggalkan.
"Ketika kami tidak memiliki para pemain tersebut, kami tidak terlalu kehilangan mereka dan bisa menutupi kekurangan itu dengan pemain lain," ungkap Souza.
Target Juara Persija Jakarta
Untuk mewujudkan target ambisius juara Liga 1, manajemen Persija Jakarta terus melakukan pembenahan menyeluruh terhadap skuad.
Evaluasi telah dilakukan sejak akhir musim lalu, dengan fokus pada penguatan lini-lini krusial melalui rekrutan pemain baru yang dianggap sesuai dengan kebutuhan tim.
Berita Terkait
-
10 Fakta Unik Lecce: Kenali Klub Peminat Jay Idzes, Dirumorkan Dikuasai Raffi Ahmad
-
Lirik Jay Idzes, Lecce Pernah Sia-siakan Pemain Timnas Indonesia
-
Media Asing Soroti Penurunan Karir Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia
-
Antara Liga Petani atau Plus Minus Liga 1: Thom Haye Bakal Berlabuh ke Mana?
-
3 Pemain Termahal Timnas Indonesia di Piala AFF U-23 2025, Jens Raven Kalah
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika
-
Indonesia-Brasil Jajaki PTA Mercosur, Pintu Masuk Produk RI ke Pasar Amerika Latin Terbuka
-
Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!
-
Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global
-
Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030
-
Gedung Bapenda Terbakar, Pramono Anung Jamin Pengaturan Lalu Lintas Jakarta Tetap Aman
-
15 Pantun Hari Pramuka Lucu Ini Dijamin Bikin Suasana 14 Agustus Makin Meriah!
-
Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II
-
Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk
-
Bukan Selalu Tone Deaf, Bisa Jadi Standar Kita yang Sudah Berbeda