Zona Asia (AFC) mendapatkan jatah 8,5 kuota untuk Piala Dunia 2026: delapan tiket langsung dan satu tempat di playoff antarkonfederasi.
Jika satu dari delapan tim yang lolos langsung tidak bisa tampil, maka FIFA bersama AFC harus mencari solusi.
Di sinilah muncul nama Timnas Indonesia sebagai kemungkinan kejutan.
Indonesia baru saja membuat sejarah dengan lolos ke ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia untuk pertama kalinya.
Meskipun belum selevel dengan Iran dari segi prestasi, posisi Indonesia yang masih aktif bersaing memberi peluang secara teknis dan politis—terutama jika tim Garuda tampil kompetitif dan nyaris lolos ke playoff antarkonfederasi.
FIFA kemungkinan akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk performa terkini, posisi akhir di kualifikasi, dan stabilitas politik negara kandidat.
Jika Indonesia berhasil melaju hingga fase akhir kualifikasi dan hanya tersingkir tipis, bukan tidak mungkin mereka masuk daftar kandidat pengganti.
Namun, jika Indonesia tampil buruk di ronde keempat, maka peluang itu akan tertutup.
FIFA akan lebih memprioritaskan negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, atau Australia yang memiliki sejarah panjang dan pencapaian tinggi di Piala Dunia, apalagi jika mereka hanya gagal lolos secara tipis.
Baca Juga: Malaysia Harusnya Jadi Tuan Rumah Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Masalah Politik dan Logistik
Faktor non-teknis juga akan mempengaruhi. Iran sebelumnya sempat dipertanyakan bisa tampil di Piala Dunia karena larangan masuk ke AS yang diberlakukan saat Donald Trump masih menjabat. Kini, serangan militer AS memperparah ketidakpastian itu.
Bermain di Kanada atau Meksiko mungkin bisa menjadi alternatif untuk fase grup. Namun mulai babak gugur, seluruh pertandingan akan digelar di AS.
Jika hubungan diplomatik antara AS dan Iran benar-benar memburuk, maka secara logistik, Iran bisa menjadi tim yang mustahil untuk diakomodasi.
Apakah Timnas Indonesia bisa menggantikan Iran di Piala Dunia 2026? Jawabannya: mungkin, tapi syaratnya berat.
Selain harus menunjukkan performa cemerlang di ronde keempat, Indonesia juga perlu berada di posisi strategis—seperti nyaris lolos atau menjadi finalis playoff antarkonfederasi.
Di sisi lain, ketidakpastian nasib Iran terus berlanjut. FIFA tampaknya akan menunggu perkembangan politik lebih lanjut sebelum mengambil keputusan resmi. Jika eskalasi militer terus terjadi, maka preseden Rusia bisa kembali terulang.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar