Suara.com - Pemain keturunan yang berpotensi bela Timnas Indonesia di ronde 4 kualifikasi Piala Dunia 2025, bukan hanya Mauro Zijlstra. Upaya PSSI memperkuat skuad Timnas Indonesia terus bergulir seiring target tinggi di agenda internasional 2025.
Setelah memastikan proses naturalisasi striker muda Mauro Zijlstra dari FC Volendam, ada sejumlah pemain keturunan lain yang berpotensi menyusul memperkuat skuad Garuda.
Proses ini menjadi langkah strategis demi menambah kedalaman tim racikan Patrick Kluivert yang akan berlaga pada September 2025 mendatang.
Mauro Zijlstra, yang kini berusia 20 tahun, akan menambah daya dobrak lini serang bersama Ole Romeny.
Kehadiran pemain berdarah Indonesia-Belanda ini membuka jalan bagi pemain keturunan lainnya untuk memperkuat skuad nasional.
Berikut lima nama pemain keturunan yang berpeluang besar menyusul Zijlstra memperkuat Timnas Indonesia:
Laurin Ulrich merupakan gelandang tengah yang kini bermain untuk FC Magdeburg di kasta kedua Liga Jerman. Pemain berusia 20 tahun ini memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek pihak ayah yang berasal dari Surabaya.
Ulrich dinilai sebagai calon suksesor Thom Haye yang kini memasuki usia 30 tahun. Meski posisi aslinya lebih menyerang dibandingkan Haye yang bertahan, kemampuan Ulrich mengatur ritme permainan bisa menambah variasi taktik Garuda.
Baca Juga: Bukti Timnas Indonesia Tidak Salah Naturalisasi Mauro Zijlstra, Jumlah Gol di Klub Bikin Melongok
2. Miliano Jonathans
Masalah utama Timnas Indonesia selama ini adalah ketajaman lini serang. Meski kehadiran Ole Romeny mampu memperbaiki produktivitas gol, Kluivert dinilai masih mencari sosok winger eksplosif.
Salah satu kandidat yang tengah dilirik adalah Miliano Jonathans, pemain FC Utrecht. Ia memiliki darah Indonesia dari nenek pihak ayah yang berasal dari Depok.
Miliano dikenal memiliki kecepatan dan kelincahan, dua atribut yang sangat dibutuhkan Indonesia untuk menembus pertahanan lawan.
3. Jayden Oosterwolde
Jayden Oosterwolde adalah salah satu pemain bertahan potensial yang kini memperkuat klub raksasa Turki, Fenerbahce. Pada Februari 2025, tim pelatih Indonesia bahkan dikabarkan telah mendekatinya secara langsung di Istanbul.
Kehadiran Jayden bisa memperkokoh lini belakang Timnas Indonesia yang masih membutuhkan pemain bertahan dengan fisik kuat dan pengalaman kompetisi Eropa.
4. Pascal Struijk
Pascal Struijk, bek tangguh yang saat ini memperkuat Leeds United, disebut-sebut berpotensi membela skuad Merah Putih.
Pihak media Belanda menyebutkan bahwa Struijk memiliki opsi membela Indonesia berkat garis keturunannya.
Kehadiran Struijk tentu menjadi angin segar bagi pertahanan Indonesia yang saat ini masih mengandalkan nama-nama lokal.
Nama terakhir adalah Tristan Gooijer, bek muda hasil binaan akademi Ajax Amsterdam. Ia pernah dilatih langsung oleh Simon Tahamata, kepala pemandu bakat Timnas Indonesia, selama periode 2020 hingga 2024.
Pemain Ajax U-21 ini memiliki darah Indonesia dari nenek pihak ibunya yang berasal dari Maluku. Dengan usianya yang masih 20 tahun, Gooijer berpotensi besar menjadi investasi jangka panjang Timnas Indonesia di lini belakang.
Strategi merekrut pemain keturunan bukan hal baru bagi PSSI. Dalam beberapa tahun terakhir, langkah ini dinilai efektif untuk meningkatkan kualitas skuad Merah Putih di level internasional.
Kehadiran pemain berdarah Indonesia yang tumbuh dan berkarier di Eropa membawa pengaruh besar, baik dari segi teknik, fisik, maupun mental bertanding.
Patrick Kluivert, pelatih kepala Timnas Indonesia, tampaknya paham betul dengan potensi pemain diaspora.
Dengan membawa pengalaman melatih di Eropa, ia ingin menghadirkan kombinasi pemain lokal dan keturunan yang solid demi memperkuat performa Indonesia di ajang kualifikasi Piala Asia dan pertandingan FIFA Matchday.
Jika kelima pemain ini berhasil dinaturalisasi, Timnas Indonesia pada September 2025 akan memiliki skuad yang lebih kompetitif dan siap bersaing menghadapi lawan-lawan kuat di Asia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
2 Fakta Unik Debut Dion Markx Bersama Persib Bandung
-
UEFA Jatuhi Sanksi ke Gianluca Prestianni usai Dugaan Rasis ke Vinicius Jr, Benfica Ajukan Banding
-
Ditekan Habis oleh Everton, Michael Carrick Puji Mental Baja Manchester United
-
Malut United Incar 3 Poin di Ternate, Hendri Susilo Siapkan Kejutan Hadapi Persija Jakarta
-
Tantangan Berat Persija di Markas Malut United, Jordi Amat Waspadai Kekuatan Tuan Rumah Ternate
-
Gelandang FC Magdeburg Beri Sinyal Hijau Perkuat Timnas Indonesia: Saya Tidak Menutup Kemungkinan
-
Aksi Nyata John Herdman Berburu Pemain Lokal di Indomilk Arena Jelang Agenda FIFA Series 2026
-
Elkan Baggott Kembali? Rekomendasi Pemain untuk Gebrakan Baru John Herdman di Timnas Indonesia
-
Carlos Pena Ungkap Penyebab Hokky Caraka Terpaksa Pakai Sarung Tangan Lawan Persib Bandung
-
Jadwal FIFA Series 2026 Rilis, Timnas Indonesia Siap Guncang GBK Lawan Saint Kitts and Nevis