Suara.com - Spekulasi seputar masa depan Hakan Calhanoglu akhirnya menemui titik terang.
Gelandang andalan Inter Milan itu dipastikan tetap bertahan di Giuseppe Meazza untuk musim 2025/26, usai Inter sukses menolak minat serius dari Galatasaray.
Klub raksasa Turki tersebut sempat intens mengejar Calhanoglu dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut laporan dari jurnalis kenamaan Gianluca Di Marzio, negosiasi antara perwakilan Galatasaray dan pihak Inter sudah berlangsung langsung di Italia.
Dalam pembicaraan itu juga sempat dibahas peluang mendatangkan Victor Osimhen, yang sebelumnya dipinjam dari Napoli.
Namun, Inter Milan bersikap tegas. Manajemen Nerazzurri menolak membuka peluang negosiasi lebih lanjut jika Galatasaray tidak bersedia memenuhi harga yang dipatok sebesar €30 juta atau setara Rp524 miliar.
Inter juga menetapkan batas waktu hingga akhir Juli untuk keputusan akhir Calhanoglu.
Tapi kini, laporan menyebutkan bahwa Galatasaray resmi mundur dari perburuan, dan Calhanoglu akan tetap jadi bagian Inter musim depan.
Sementara itu, dikutip dari Bolatimes--jaringan Suara.com, pihak Nerazzurri telah menghubungi agen sang pemain, Gordon Stipic, dan menyampaikan bahwa gelandang asal Turki itu punya waktu hingga 31 Juli 2025 untuk mencari klub baru.
Baca Juga: Kapan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Pensiun?
Jika tidak ada tawaran yang masuk hingga tanggal tersebut, maka Calhanoglu akan tetap bertahan di San Siro untuk musim 2025/26.
Inter akan memulai sesi latihan pramusim pada 26 Juli 2025, dan manajemen klub ingin segala urusan transfer pemain—terutama yang melibatkan pemain penting seperti Calhanoglu—diselesaikan sebelum akhir bulan.
Meskipun sempat muncul ketegangan antara Calhanoglu dan kapten tim Lautaro Martinez, Inter tetap tidak bersedia melepas sang gelandang dengan harga murah.
Klub raksasa Serie A itu menargetkan pemasukan sekitar lebih dari €25–30 juta dari penjualan pemain berusia 30 tahun itu jika memang jadi dilepas.
Masih menurut Gazzetta, hingga saat ini Calhanoglu belum berbicara langsung dengan manajemen Inter terkait masa depannya.
Ia juga belum menyampaikan permintaan resmi untuk dijual melalui sang agen.
Berita Terkait
-
Kapan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Pensiun?
-
Siapa Saja 10 Klub Lolos 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025?
-
Penyesalan Selalu Diakhir! Adriano: Inter Mau Bantu tapi Saya Tolak
-
Piala Dunia Antarklub 2025: Inter Milan Tertatih-tatih Kalahkan Klub Jepang
-
Berakhir Anti-klimaks, Lika-Liku Isu Jay Idzes Dibeli Inter Milan, Fiorentina Hingga Udinese
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas