Suara.com - Pemain andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks, secara resmi memulai petualangan barunya di kasta tertinggi Liga Jerman, dengan membawa serta "corak" Merah Putih ke Borussia Monchengladbach.
Hal ini tercermin dari keputusannya memilih nomor punggung 4, sebuah angka yang identik dengan perannya saat membela skuad Garuda di level internasional.
Kepastian ini diumumkan langsung oleh Borussia Monchengladbach melalui sebuah video perkenalan kreatif di media sosial resmi klub pada Kamis (10/7/2025) malam WIB.
Dengan mengenakan nomor punggung 4, Kevin Diks tidak hanya menjadi pemain Timnas Indonesia pertama yang akan berlaga di Bundesliga, tetapi juga membawa identitas barunya sebagai representasi sepak bola Tanah Air di panggung elite Eropa.
Langkah ini sontak menjadi sorotan, terutama karena nomor 4 merupakan hal yang benar-benar baru bagi Diks di level klub.
Pilihan ini seolah menjadi penegas bahwa pengalamannya bersama Timnas Indonesia telah menjadi bagian penting dari kariernya, yang kini ia bawa dalam babak baru perjalanannya di Jerman.
Dalam video perkenalan yang unik tersebut, tampak Diks versi lama yang masih mengenakan seragam FC Copenhagen berinteraksi dengan dirinya yang kini gagah berseragam Borussia Monchengladbach.
Konsep ini mendapat sambutan hangat, tidak hanya dari suporter Jerman, tetapi juga dari jutaan penggemar sepak bola di Indonesia yang bangga.
Pilihan nomor punggung 4 ini sangat menarik jika menilik perjalanan kariernya. Selama enam musim membela FC Copenhagen, ia sangat identik dengan nomor punggung 2.
Baca Juga: Gerald Vanenburg Bongkar Gaya Bermain Timnas Indonesia U-23, Mirip Racikan Patrick Kluivert?
Sebelumnya, ia juga pernah mengenakan nomor 34 saat di Fiorentina, Arhus GF, dan Empoli.
Satu-satunya momen ia mengenakan nomor punggung 4 di level senior adalah saat membela Timnas Indonesia.
Ia mengenakan nomor tersebut dalam laga tandang krusial melawan Jepang pada awal Juni 2025 lalu.
Bukan tidak mungkin, pemilihan nomor ini menandakan peran barunya yang lebih sentral dan krusial dalam skema pertahanan yang akan diusung oleh Borussia Monchengladbach pada musim 2025/2026 mendatang.
Fleksibilitas adalah salah satu nilai jual utama Kevin Diks.
Ia dikenal sebagai bek serbabisa yang mampu bermain sama baiknya di posisi bek kanan, bek kiri, maupun bek tengah. Kemampuannya ini memberikan banyak opsi bagi pelatih.
Bahkan, ia menegaskan komitmennya untuk bermain di posisi manapun demi kepentingan tim.
Dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Bild, Diks menyebut dirinya siap memainkan peran apapun asalkan bisa memberikan kontribusi maksimal untuk klub barunya.
Bagi sepak bola Indonesia, kehadiran Kevin Diks di Bundesliga adalah sebuah tonggak sejarah.
Ia menjadi pionir, membuka jalan, dan menjadi inspirasi baru bagi talenta-talenta muda di Tanah Air untuk berani bermimpi menembus level kompetisi tertinggi di dunia.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Timnas Indonesia Jamu 3 Negara di GBK, Marc Klok Sebut Momentum Adaptasi Taktik John Herdman
-
Dulu Ditunggu-tunggu, Waktunya Ucapkan Selamat Tinggal ke Ole Romeny?
-
Allano Lima Raja Assist Tapi Banjir Kartu, Mauricio Souza: Fokus Menang Jangan Kritik Terus!
-
FIFA Jawab Isu Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko Pasca Tewasnya Gembong Kartel El Mencho
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Akurasi Persebaya Surabaya Buruk Meski Menang, Bernardo Tavares Soroti 20 Tembakan Tanpa Hasil
-
Tersingkir oleh Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Kirim Sinyal Perang Rebut Posisi Utama
-
Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate
-
Kronologis Bintang PSG Achraf Hakimi Diseret ke Pengadilan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Banding Ditolak UEFA, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Liga Champions