Suara.com - Pemain keturunan Indonesia, Demiane Agustien, resmi bergabung ke akademi Arsenal. Belum lama ini, dirinya bercerita mengenai asal-usul darah Indonesia yang dirinya meiliki.
Kepindahan Demiane Agustien ke akademi Arsenal dibagikan langsung oleh sang pemain via akun Instagram pribadinya.
Ia membagikan potret ketika dirinya menandatangani kontrak dengan Arsenal U-18.
"Senang untuk mendapatkan kontrak profesional pertama saya di klub luar biasa ini," tulis Demiane Agustien.
Kepindahannya ke akademi Arsenal tentu menjadi langkah awal yang bagus untuk menjadi pesepak bola jempolan di masa mendatang.
Nenek Demiane Agustien Lahir di Jakarta
Demiane Agustien memiliki peluang untuk bisa membela Timnas Indonesia karena darah keturunan. Ia pernah bercerita bahwa neneknya lahir di Jakarta.
"Belanda, saya punya paspor Belanda. Jadi bukan hanya nenek buyutku yang lahir di Jakarta. Tetapi juga nenekku juga lahir di Jakarta," kata Demiane Agustien saat interview dengan Yussa Nugraha.
"Tetapi saat diwawancara itu (media lokal Indonesia) saya hanya bilang kalau nenek buyutku yang lahir di Jakarta. Saya kurang tahu, tapi setelah wawancara mama saya baru bilang itu, jadi saya seharusnya juga bilang," lanjutnya.
Baca Juga: Andil Besar Senior Nathan Tjoe-A-On di Balik Kepindahan Demiane Agustien ke Arsenal
Sayangnya belum ada tawaran dari PSSI untuk Demiane, tetapi ia berharap mendapatkan itu demi bisa membela Timnas Indonesia.
Ia sangat antusias karena bisa bermain untuk tiga negara, yakni Belanda, Curacao, dan Indonesia. Namun, menurutnya bermain untuk Indonesia akan sangat indah.
"Saya tidak tahu semoga itu bisa terjadi. Ketika mungkin saya bisa membela timnas Indonesia dan bermain untuk Indonesia, itu sangat indah jika bisa terjadi," kata Demiane Agustien lagi.
"Saya sangat menantikan terbang ke Indonesia dan bermain. Sangat senang jika bisa bermain untuk Belanda, Indonesia atau Curacao. Saya saat ini hanya menunggu. Kami belum sejauh itu, tapi itu (membela Timnas Indonesia) akan sangat indah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Andil Besar Senior Nathan Tjoe-A-On di Balik Kepindahan Demiane Agustien ke Arsenal
-
Pemain Arsenal Mengaku Terbuka Bela Timnas Indonesia
-
Pemain Keturunan Indonesia Resmi Gabung Arsenal
-
Kepindahan Viktor Gyokeres ke Arsenal Tinggal Tunggu Waktu, Fans Sporting Meradang
-
Tak Perlu Naturalisasi, 4 Pemain Keturunan Jebolan Akademi Top Eropa Bisa Langsung Bela Timnas
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang