Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Senin (14/9/2026). ANTARA/HO-PVMBG
  • Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami tiga kali erupsi dengan ketinggian kolom abu berbeda pada Senin pagi.
  • Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih tetap berada pada Level III atau Siaga.
  • Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius belasan kilometer di sekitar puncak dan aliran sungai rawan bencana.

Suara.com - Aktivitas Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan pada Senin (14/9) pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami tiga kali erupsi dalam rentang waktu kurang dari tiga jam.

Letusan pertama terjadi pada pukul 04.20 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan kolom abu saat erupsi pertama berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 128 detik," kata Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin (14/9/2026), dikutip dari ANTARA.

Aktivitas erupsi kembali terjadi sekitar satu setengah jam kemudian, tepatnya pukul 05.53 WIB. Kali ini, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 mdpl.

Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati mengarah ke utara dan barat laut. Erupsi tersebut tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan berlangsung selama 133 detik.

Belum berselang satu jam, Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 06.28 WIB. Erupsi ketiga menjadi yang terbesar pada pagi itu dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 140 detik," ujar Sigit.

Meski mengalami tiga kali erupsi, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Dengan status tersebut, masyarakat diminta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan dan tidak melakukan aktivitas di wilayah yang berpotensi terdampak erupsi.

Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

Di luar radius tersebut, aktivitas masyarakat juga dilarang dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Sementara itu, radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga menjadi wilayah yang harus dihindari karena masih berpotensi terkena lontaran batu pijar.

Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diantisipasi di sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi dan rekomendasi dari petugas terkait aktivitas Gunung Semeru serta menghindari wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com