Suara.com - Penyerang naturalisasi Timnas Indonesia U-23, Jens Raven, mendapat hujatan dari netizen karena penampilannya yang dianggap kurang memuaskan.
Hujatan ini datang saat penyerang berusia 19 tahun itu membela Garuda Muda di laga pamungkas grup A Piala AFF U-23 2025 kontra Malaysia U-23, Senin (21/7/2025).
Di laga tersebut, Jens Raven dihujat tak bisa berbuat banyak saat memimpin lini serang Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23.
Salah satu peluang tercipta di menit ke-54, saat penyerang anyar Bali United itu berlari menggiring bola tanpa kawalan di pertahanan lawannya.
Dalam situasi serangan balik, Raven menggiring bola dari tengah lapangan ke arah pertahanan Malaysia U-23 yang tak lagi memiliki pemain.
Alih-alih bisa memanfaatkan peluang tersebut, Raven yang sudah berhasil ke kotak 16 justru harus kehilangan bola karena tekel dari lawannya.
Bahkan pada menit ke-58, eks penyerang FC Dordrecht itu juga mendapat peluang emas di muka gawang. Sayang sontekannya terlalu lemah dan mengarah ke kiper.
Sontak gaya bermain dan kegagalan memanfaatkan peluang itu membuat Jens Raven kemudian menjadi bulan-bulanan warganet.
Terlihat dari komentar netizen yang diunggah akun @infobolaindonesia01, penyerang keturunan Yogyakarta ini mendapat hujatan demi hujatan dan netizen.
Baca Juga: Jelang Timnas Indonesia U-23 vs Thailand, Erick Thohir Sentil Jens Raven dan Hokky Caraka
“Gini mau gantiin Ole (Romeny). Lawak,” tulis komentar @j***l.
“Maruk lu, jangan merasa jadi bintang,” tulis komentar @h***9.
“El Bapuk,” tulis komentar @f****n.
“Lawan Brunei bisa joget lu, giliran lawan yg sepadan ga bisa berkutik, yg dipikirin konten sosmed terus sih, udah berasa pemain bintang kali ya? ,” tulis komentar @a***a.
(https://www.instagram.com/p/DMZDc3Hv5aM/?utm_source=ig_web_copy_link)
Adanya hujatan ini membuat netizen lainnya kemudian memberikan pembelaan untuk Jens Raven. Dilansir dari akun yang sama, netizen banyak yang memberikan saran agar dirinya memperbaiki gaya bermainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
The Blanket Cats: Ketika Kehadiran Kucing Menjadi Obat bagi Luka Hati
-
Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel
-
Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru
-
Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi
-
Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai
-
Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut
-
Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%
-
Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026
-
Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan
-
Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri