Cleansing Oil vs Cleansing Balm, Mana yang Lebih Bagus Jadi First Cleanser?

Rabu, 16 September 2026 | 19:30 WIB
Ilustrasi cleansing balm vs cleansing oil. (Gemini AI)
  • Cleansing oil dan cleansing balm berfungsi sebagai pembersih pertama berbahan dasar minyak untuk mengangkat makeup serta kotoran wajah.
  • Dokter kulit Marisa Garshick menyatakan cleansing balm bertekstur padat yang meleleh saat dipijat untuk melembapkan kulit kering.
  • Dokter kulit Kseniya Kobets menjelaskan cleansing oil bertekstur cair yang mudah diratakan dan cocok untuk berbagai jenis kulit.

Suara.com - Cleansing oil dan cleansing balm sama-sama populer sebagai first cleanser untuk membantu membersihkan makeup, sunscreen, sebum, dan kotoran yang menempel di wajah.

Meski memiliki fungsi serupa, cleansing oil dan cleansing balm mempunyai tekstur serta pengalaman penggunaan yang berbeda.

Dilansir dari Byrdie, kedua produk tersebut sama-sama bekerja dengan bahan berbasis minyak untuk membantu melarutkan kotoran dan makeup.

Lantas, apa perbedaannya dan mana yang lebih sesuai untuk kulit? Mari simak ulasan berikut. 

Cleansing Balm: Tekstur Padat yang Meleleh

Cleansing balm memiliki tekstur padat dan cukup kental. Ketika dipijatkan ke kulit, teksturnya akan meleleh dan berubah menjadi seperti minyak.

Menurut dokter kulit Marisa Garshick yang dikutip dari Byrdie, cleansing balm dapat membantu memecah makeup sekaligus mengangkat residu dengan tetap terasa lembut pada skin barrier.

"Berdasarkan prinsip bahwa minyak dapat menarik minyak, penggunaan produk berbahan dasar minyak dapat membantu mengangkat kelebihan minyak dan sisa makeup tanpa menyebabkan iritasi pada kulit," jelasnya. 

Tekstur balm yang lebih tebal juga memberikan sensasi seperti sedang melakukan perawatan di rumah. Produk ini dapat menjadi pilihan bagi pemilik kulit kering karena cleansing balm dan cleansing oil dinilai dapat membantu memberikan kelembapan.

Cleansing balm juga cocok bagi orang yang menggunakan makeup cukup tebal atau sunscreen setiap hari. Setelah dipijat secara perlahan, produk biasanya dibilas dan dapat dilanjutkan dengan facial wash sebagai bagian dari double cleansing.

Cleansing Oil: Lebih Ringan dan Mudah Diratakan

Berbeda dari balm, cleansing oil sudah berbentuk minyak cair sehingga lebih mudah diratakan pada seluruh permukaan wajah.

“Cleansing oil bekerja dengan cara yang mirip dengan micellar water, di mana molekul minyak menarik serta mengangkat kotoran, sisa makeup, dan minyak berlebih dari kulit,” ujar dokter kulit Kseniya Kobets dalam Byrdie.

Kendati dapat membantu membersihkan sekaligus menjaga kelembapan kulit, produk ini berpotensi meningkatkan risiko pori-pori tersumbat pada sebagian pengguna.

Karena itu, ia merekomendasikan melanjutkannya dengan double cleansing menggunakan pembersih yang lembut.

Byrdie juga mencatat cleansing oil dapat digunakan berbagai jenis kulit, termasuk kulit berminyak, selama produk yang dipilih bersifat non-comedogenic.

Cleansing Oil vs Cleansing Balm, Mana yang Lebih Bagus?

Jadi, cleansing oil vs cleansing balm, mana yang lebih bagus jadi first cleanser? Jawabannya tidak ada satu pilihan yang secara mutlak lebih baik karena keduanya memiliki karakteristik berbeda dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Cleansing balm dapat dipilih jika menyukai tekstur yang lebih tebal, nyaman, dan memberikan sensasi lembut ketika dipijatkan ke wajah. Sementara itu, cleansing oil lebih cocok bagi pengguna yang menyukai tekstur cair dan mudah diratakan.

Keduanya sama-sama efektif untuk membersihkan makeup dan sunscreen. Namun saat memilih produk, jangan hanya mempertimbangkan teksturnya. Perhatikan pula kandungan di dalamnya dan sesuaikan dengan kondisi kulit agar proses membersihkan wajah tetap nyaman tanpa menyebabkan iritasi.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com