Suara.com - Striker Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen masih tersisih dari skuad FC Dender untuk awal musim Liga Belga 2025-2026, alasannya cedera.
FC Dender membuka musim 2025-2026 dengan dua hasil imbang melawan Cercle Brugge dan Standard Liege.
Dalam dua pertandingan tersebut, nama Ragnar Oratmangoen masih belum terlihat dalam daftar susunan pemain FC Dender.
Lewat laman resmi klub, FC Dender mengumumkan jika Oratmangoen dan Mohamed Berte masih dalam pemulihan cedera.
Meski begitu, FC Dender tidak menyebutkan dengan jelas cedera apa yang dialami striker Timnas Indonesia itu.
"Berte dan Oratmangoen, kami masih harus menunggu mereka pulih dari cedera," tulis laman resmi FC Dender.
Cedera misterius yang dialami Oratmangoen ini menjadi tanda tanya besar publik Tanah Air, apa yang sebenarnya diderita.
Mengingat sudah sejak Maret 2025, striker Timnas Indonesia itu tidak merumput di lapangan dengan alasan awal mengidap virus.
Dan pada saat itu, virus yang diderita Oratmangoen juga tidak disebutkan jenisnya hingga absen dari Timnas Indonesia.
Baca Juga: Selamat Datang Elkan Baggott Dipanggil Patrick Kluivert untuk Ronde 4 dengan Syarat Ini Terjadi
"Oratmangoen belum fit, dia masih terganggu virus," kata pelatih FC Dender, Vincent Euvard.
Oratmangoen sendiri menegaskan jika fokus utamanya saat ini adalah kesehatannya, meski diakui tempat yang diinginkan berada di lapangan.
"Karena cedera, saya tidak akan bisa bergabug dengan tim untuk dua pertandingan terakhir di putaran ini."
"Tidak ada tempat lain yang lebih saya inginkan selain berada di lapangan, berjuang untuk Garuda."
"Namun, kesehatan harus menjadi prioritas utama," kata Ragnar Oratmangoen.
Meski begitu, diketahui bahwa 19 Juni 2025 lalu, Ragnar sudah kembali berlatih dengan FC Dender, hal itu dibagikan akun media sosial resmi klub.
Kondisi ini bisa membuat Timnas Indonesia khawatir, pasalnya Ole Romeny juga tengah cedera dan terancam absen pada Oktober nanti.
Kontributor: Eko
Berita Terkait
-
Selamat Datang Elkan Baggott Dipanggil Patrick Kluivert untuk Ronde 4 dengan Syarat Ini Terjadi
-
Jadwal Borussia Monchengladbach di Bundesliga 2025/2026: Kapan Debut Kevin Diks?
-
Jadwal Jay Idzes di Serie B 2025/2026 Jika Tak Pindah dari Venezia
-
Tanpa Rumor Apapun, Thom Haye Justru Gabung Tim Asal Jawa Tengah
-
Profil Luc Marijnissen, Rekan Ragnar Oratmangoen di FCV Dender yang Punya Keturunan Surabaya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan