- Tekanan angin tidak pas menjadi pemicu utama penyebab ban mobil habis sebelah.\
- Setelan sudut kaki-kaki kurang pas merupakan penyebab ban mobil habis sebelah.
- Rutin melakukan spooring dapat mengatasi penyebab ban mobil habis sebelah.
Suara.com - Kenapa ban mobil habis sebelah? Kondisi tapak roda yang menipis tidak merata ini umumnya menjadi indikasi awal adanya gangguan pada sistem kaki-kaki kendaraan maupun tekanan udara yang tidak ideal, sehingga mengetahui penyebab ban mobil habis sebelah sangat penting demi menjaga keselamatan berkendara.
Penipisan ban yang terkikis hanya pada satu sisi tentu merusak keseimbangan laju kendaraan saat melintas di jalan raya.
Pemilik mobil wajib memahami pemicu utama kerusakan ini agar bisa melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.
Membiarkan ban yang gundul sebelah sangat membahayakan karena berisiko memicu selip di jalanan basah.
Faktor Pemicu Utama Tapak Ban Aus Sebelah
Dikutip dari situs resmi Suzuki Indonesia, tekanan angin yang tidak seimbang antara sisi kiri dan kanan menjadi salah satu penyebab paling dominan.
Apabila tekanan udara terlampau rendah, gesekan permukaan karet dengan aspal akan menumpuk pada area tepi ban mobil.
Setelan sudut kelurusan roda yang melenceng juga memicu gesekan tidak merata pada permukaan tapak.
Sudut kemiringan camber maupun toe yang tidak presisi memaksa ban terseret secara terus-menerus selama kendaraan melaju.
Kerusakan pada komponen shockbreaker berpotensi mengurangi daya tekan suspensi dalam meredam guncangan jalan.
Akibatnya, daya cengkeram roda menjadi tidak stabil dan mempercepat penipisan karet ban di satu titik.
Muatan barang yang terlampau berat dan hanya ditumpuk pada satu sisi kabin turut memperburuk kondisi ini.
Bobot yang tidak terbagi rata memberikan beban ekstra pada komponen roda di bagian tersebut.
Sektor kaki-kaki yang mulai aus seperti ball joint atau bushing dapat membuat kedudukan roda berubah oblak.
Perubahan posisi ini memicu kikisan tapak ban yang tidak merata dari waktu ke waktu.
Gaya mengemudi yang kurang halus seperti sering melakukan manuver tajam dan pengereman mendadak juga mempercepat keausan.
Gesekan ekstrem saat manuver keras akan mengikis sisi luar karet ban lebih cepat.
Langkah Efektif Merawat dan Mencegah Aus Pada Ban
Pemeriksaan tekanan udara secara berkala merupakan tindakan preventif yang paling mudah diterapkan pengemudi.
Tekanan angin hendaknya disesuaikan dengan standar rekomendasi pabrikan kendaraan pada buku petunjuk.
Prosedur spooring dan balancing secara rutin sangat disarankan setiap kendaraan mencapai jarak tempuh tertentu.
Perawatan berkala ini mengembalikan keselarasan sudut roda serta menyeimbangkan putaran komponen ban mobil.
Rotasi posisi ban secara berkala setiap 10.000 kilometer dapat meratakan tingkat keausan di seluruh roda.
Langkah ini memindahkan posisi ban depan ke belakang agar pembebanan karet tersebar merata.
Pemeriksaan komponen kaki-kaki di bengkel tepercaya perlu dilakukan saat menemukan gejala setir bergetar atau mobil melenceng.
Penggantian suku cadang yang aus seperti ball joint akan mengembalikan posisi roda ke setelan ideal.
Mengubah kebiasaan mengemudi menjadi lebih halus saat melewati medan bergelombang sangat membantu menjaga keawetan karet.
Pengereman secara bertahap serta akselerasi yang stabil membuat tekanan pada permukaan roda tetap merata.
Apabila tingkat ketebalan tapak sudah melewati batas aman Tread Wear Indicator (TWI), penggantian ban baru wajib dilakukan.
Membiarkan ban yang gundul sebelah sangat membahayakan karena berisiko memicu selip di jalanan basah.