Suara.com - Dengan kurang dari dua minggu menjelang kick-off Serie A 2025/2026, Torino FC masih berjuang menata lini belakang mereka.
Direktur Teknik Davide Vagnati bergerak cepat untuk memperkuat pertahanan, dengan kapten Timnas Indonesia Jay Idzes (Venezia) dan Aurele Amenda (Eintracht Frankfurt) menjadi incaran utama.
Transfer ini bergantung pada potensi kepindahan Saul Coco ke Spartak Moscow.
Menurut Tuttosport (6/8/2025), lini belakang Torino masih goyah.
Pelatih Marco Baroni hanya memiliki empat bek tengah, Saul Coco, Guillermo Maripan, Adam Masina, dan Ardian Ismajli, dengan Perr Schuurs masih cedera dan Saba Sazonov di luar rencana.
Kepindahan Coco, yang diminati Spartak Moscow dengan tawaran €15 juta plus €2 juta bonus, menjadi kunci.
Torino menaikkan harga Coco hingga mendekati €20 juta, berharap dana segar ini membuka jalan untuk merekrut Jay Idzes atau Amenda.
Coco telah menyetujui kepindahan, namun negosiasi dengan klub Rusia masih berlangsung.
Jay Idzes, bek 25 tahun yang tampil impresif dengan 26 penampilan dan dua gol bersama Venezia meski terdegradasi, menjadi prioritas utama Vagnati.
Baca Juga: Torino Berani Bayar Segini Demi Jay Idzes, Venezia Akhirnya Luluh?
Venezia mematok harga €10 juta (sekitar Rp190 miliar) untuk kapten Timnas Indonesia, yang dikenal dengan duel udara dan akurasi umpan 88%.
Torino telah mengadakan pembicaraan intens dengan Venezia, sekaligus menego Gaetano Oristanio, dengan potensi kesepakatan €8-9 juta plus klausul penjualan masa depan.
Namun, Sassuolo, yang juga mengincar Idzes dan rekannya Fali Candé, menjadi ancaman serius.
Jika gagal, Torino siap beralih ke Amenda, bek muda Eintracht Frankfurt, dengan kesepakatan verbal sudah tercapai.
Menurut laporan Sky Sports Jerman, bek Eintracht Frankfurt, Aurele Amenda, menjadi incaran klub-klub top Eropa. Torino dari Serie A, serta beberapa klub Premier League dan LaLiga.
Torino siap membayar €8 juta (sekitar Rp152 miliar) plus bonus untuk Amenda, meski belum mencapai kesepakatan personal dengan sang pemain.
Berita Terkait
-
Torino Berani Bayar Segini Demi Jay Idzes, Venezia Akhirnya Luluh?
-
Pelatih Vietnam: Timnas Indonesia Jadi Lembek Tanpa Shin Tae-yong!
-
Latih Ulsan HD, 3 Hal Ini Bikin Publik Indonesia Makin Kangen Shin Tae-yong
-
NEC Nijmegen Rilis Skuad Utama, Senyum Calvin Verdonk Jadi Sorotan
-
Masuk Skuad Utama Ipswich Town, Elkan Baggott Akan Dilirik Patrick Kluivert
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan