Suara.com - Sebuah kabar menyakitkan datang dari Belanda yang menimpa calon naturalisasi Timnas Indonesia, Miliano Jonathans.
Di tengah fokusnya membangun karier bersama FC Utrecht, ia harus menerima kenyataan pahit terkait Vitesse Arnhem.
Klub tersebut adalah tempat ia menimba ilmu sepak bola sejak kecil.
Dilansir dari situs Utrechtfans, Vitesse Arnhem yang merupakan bekas klub Jonathans, dilaporkan tidak berhasil mempertahankan lisensi profesionalnya.
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) secara resmi mencabut izin tersebut pada Juli 2025 setelah Vitesse dinyatakan gagal memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan.
Kabar ini menjadi pukulan telak bagi Jonathans, mengingat Vitesse adalah klub pertamanya dan tempat ia menghabiskan seluruh masa remajanya sebelum hijrah ke FC Utrecht pada Januari 2025.
Dalam sebuah wawancara dengan ESPN, pemain berusia 21 tahun itu tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan keterkejutannya atas musibah yang menimpa klub yang begitu berarti baginya.
"Tentu saja itu tidak menyenangkan. Saya menghabiskan seluruh karier muda saya di Vitesse," ucap Miliano Jonathans.
"Vitesse sangat dekat di hati saya, jadi itu berat. Saya tidak bisa menggambarkannya," sambungnya.
Baca Juga: Shin Tae-yong Akui Hubungannya dengan Erick Thohir Tak Semesra Dulu
Ia mengaku mendengar kabar mengejutkan tersebut saat sedang dalam perjalanan, yang membuatnya terdiam dan kehilangan kata-kata.
"Saya mendengarnya dalam perjalanan ke klub. Saya tidak tahu harus berkata apa," kata Miliano Jonathans menambahkan.
Pemain yang memiliki darah keturunan dari Depok ini pun secara gamblang mengakui bahwa hatinya benar-benar hancur mendengar kabar tersebut, meskipun ia harus tetap profesional bersama klubnya saat ini.
"Ini sungguh menyedihkan. Apakah ini menghancurkan hati saya? Hati saya yang kuning-hitam iya. Saya sekarang bermain untuk FC Utrecht, jadi saya mencoba untuk fokus pada ini juga. Tentu saja ini tidak menyenangkan," kata Jonathans.
Adapun Miliano Jonathans merupakan pemain keturunan yang dikabarkan akan jadi nama yang bakal diproses naturalisasi oleh PSSI.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Realistis, Sebut Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 Cuma 30 Persen
-
Jadwal Pertandingan Lengkap Eredivisie Liga Belanda 2025/2026, Perebutan Gelar Juara
-
Jadwal Lengkap dan Strategi Timnas Indonesia U-23 Hadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
-
Berapa Tinggi Parit Tempat Striker Timnas Indonesia U-17 Mierza Firjatullah Nyungsep?
-
Selamat Datang Shin Tae-yong Kembali Dekat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula