Suara.com - Bek muda Timnas Indonesia, Elkan Baggott, ternyata menjadikan kompatriot dan seniornya, Jordi Amat, sebagai panutan dan tempat untuk bertukar pikiran mengenai kariernya.
Hal ini terungkap dari pengakuan Hamdan Hamedan, sosok yang sebelumnya menjadi Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) soal urusan pemain diaspora.
Dalam siniar di kanal YouTube VINDES, Hamdan Hamedan menceritakan bagaimana Elkan Baggott meminta petunjuk dari Jordi Amat mengenai kariernya di level klub.
“Saya duduk di Hotel Sultan dengan Jordi Amat sama Elkan Baggott,” buka pria yang kini menjadi Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Republik Indonesia itu.
Hamdan Hamedan menceritakan bagaimana Elkan meminta petunjuk kepada Amat soal apa yang harus dilakukannya karena terus dipinjamkan oleh Ipswich Town ke klub-klub kasta ketiga dan keempat.
Siapa sangka, bek yang kini membela Persija Jakarta itu memberi wejangan bijak untuk juniornya itu agar bisa menembus level teratas.
“Elkan itu bertanya: ‘Jordi, menurut kamu saya harus seperti apa? Karena kan saat ini saya bermain di liga 3 (League One)’,” lanjut Hamdan menirukan pertanyaan bek berusia 22 tahun itu.
“Lalu Jordi mengatakan begini: ‘Kita kan posisi sama, jadi saya tahu. Saya pernah bermain di Premier League, Championship, kompetisi itu berat sekali. Tapi untuk usia kamu, prioritaskan menit bermain’,” tambah Hamdan menirukan jawabannya.
Menurut Hamdan, wejangan yang diberikan Jordi Amat ke Elkan Baggott ini menjadi salah satu bentuk Knowledge Transfer yang ada di Timnas Indonesia.
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia Menangis Sesenggukan di Hadapan Shin Tae-yong
Nyatanya, Knowledge Transfer ini tak hanya diberikan pemain diaspora ke pemain lokal, melainkan pemain diaspora ke pemain diaspora lainnya.
Bisa dikatakan para pemain Timnas Indonesia, terutama para pemain muda seperti Elkan, beruntung memiliki pemain diaspora yang punya pengalaman di level tertinggi seperti Amat dan Kevin Diks.
Terlepas dari hal tersebut, Elkan saat ini sudah menjadi bagian tim utama Ipswich Town. Meski masuk tim utama, bek keturunan Inggris ini belum mendapatkan menit bermain musim ini.
Tercatat di tiga pertandingan awal Ipswich Town di musim 2025-2026, bek kelahiran Thailand itu tak dibawa oleh pelatihnya, Kieran McKenna, ke dalam skuad.
Kondisi ini cukup mengkhawatirkan bagi Elkan. Apalagi muncul rumor jika klub berjuluk The Tractor Boys itu akan mendatangkan bek baru, yakni Sebastian Caceres.
Dengan kehadiran Caceres, Elkan tak akan mendapat banyak menit bermain dan membuatnya maksimal hanya duduk di bangku cadangan.
Dengan satu tahun kontrak tersisa, Elkan akan kesulitan meminta pergi dengan status pinjaman demi mendapat menit bermain reguler.
Ipswich Town diyakini akan memilih menjual Elkan secara permanen ketimbang meminjamkannya dan kehilangannya secara gratis di akhir kontraknya.
Sejauh ini belum ada klub yang menaruh minatnya terhadap Elkan. Namun klub yang pernah dibelanya, Blackpool, siap menampungnya andai ia memutuskan hengkang sebelum bursa transfer ditutup.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
BRI Temani PMI Bangun Masa Depan, Bukan Sekadar Kirim Remitansi
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan
-
Ulasan An Incurable Case of Love: Kisah Cinta Manis antara Perawat dan Dokter
-
5 Sunscreen Reef Safe Wajib untuk Liburan di Pantai, Ramah Lingkungan
-
BRI Bawa Seorang Ibu dari Pati ke Taiwan untuk Temui Putrinya yang Jadi Pekerja Migran Indonesia
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
-
Setelah 10 Tahun, BRI Jadi Perantara Pertemuan Seorang PMI dan Ibunya Lewat Program Tali Kasih
-
Karhutla Melanda di Berbagai Wilayah, Apa yang Bisa Kita Lakukan sebagai Warga Negara?
-
BRI Wujudkan Mimpi Pekerja Migran Indonesia Pulang ke Tanah Air dan Berkumpul Dengan Keluarga
-
Sebelum Hengkang ke Arema FC, Mauro Zijlstra Bicara Obrolan Serius dengan Shin Tae-yong