Suara.com - Masih ingat dengan Raphael Maitimo? pemain keturunan yang membela Timnas Indonesia jauh sebelum Jay Idzes dkk begitu populer saat ini.
Raphael Maitimo merupakan salah satu penggawa Timnas Indonesia di era kepelatihan Alfred Riedl.
Dalam wawancara dengan media Belanda, Voetbalzone, Maitimo mengaku seharusnya bisa mencapai level tertinggi seperti Arjen Robben, Wesley Sneijder, maupun Robin van Persie.
Lahir di Rotterdam, Belanda, Maitimo masuk akademi Feyenoord sejak usia delapan tahun.
Ia tumbuh seangkatan dengan Sneijder dan Robben, serta sempat satu tim dengan Van Persie.
Bahkan, ia sempat membela timnas muda Belanda di berbagai kelompok umur. Namun, pintu tim utama Feyenoord tidak pernah benar-benar terbuka.
Alih-alih bersinar di Eropa, Maitimo justru menemukan panggung terbaiknya di tanah kelahiran leluhurnya, Indonesia.
Setelah merantau lewat NAC Breda hingga FC Dordrecht, ia memutuskan pindah ke Asia dan akhirnya menjadi idola publik sepak bola Tanah Air. Pada 2012, Maitimo resmi debut untuk Timnas Indonesia dan total mengoleksi 21 caps.
Maitimo mengaku kariernya sebenarnya bisa sejajar dengan Robben, Sneijder, maupun Van Persie.
Baca Juga: Eks Rekan Thom Haye Jadi Senjata Irak Hadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
“Saya punya talenta yang sama. Tapi bedanya ada di mentalitas. Drive dan keinginan untuk sukses. Albert Stuivenberg (eks pelatih Feyenoord, kini asisten di Arsenal) sudah bilang dulu kalau mental saya bisa jadi penghalang. Dan benar saja, di titik itu saya kalah dari mereka,” ujar Maitimo.
Meski demikian, ia tak menyesali jalannya karier.
“Saya punya pengalaman luar biasa, dari main di Belanda sampai jadi bagian dari Timnas Indonesia. Bisa berhadapan dengan Sneijder, Robben, Van Persie saat Indonesia uji coba lawan Belanda di 2013 adalah momen tak terlupakan,"
"Kami kalah 3-0, tapi buat saya itu puncak karier. Bayangkan, dulu saya satu lapangan dengan mereka di Feyenoord, lalu bertemu lagi dengan seragam berbeda di Gelora Bung Karno,” kenangnya.
Kini di usia 41 tahun, Maitimo tak lagi merumput. Ia beralih peran sebagai konsultan sepak bola.
Ia mengikuti program elite FIFA Executive Players dan FIFA Club Management, bertemu banyak nama besar seperti Alexandre Pato, Fernandinho, hingga CEO klub papan atas Eropa.
Berita Terkait
-
Eks Rekan Thom Haye Jadi Senjata Irak Hadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Calon Pelatih Masa Depan Timnas Indonesia Dapat Pesaing Berat di Manchester City
-
Belum Lama di FC Utrecht, Miliano Jonathans Bisa Langsung Jalani Ujian Berat di Timnas Indonesia
-
Souza: Larang Pemain ke Timnas Indonesia Sama Saja Bunuh Karier Mereka
-
Aduh Sial, Timnas Belanda Didesak Panggil Pemain Keturunan Rp225 Miliar
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Lionel Scaloni Puji Setinggi Langit Julian Alvarez, Sebut Penyerang Idaman Setiap Pelatih
-
Juventus Optimis Bisa Gaet Alisson Becker dari Liverpool
-
Digelontor 3 Gol Lawan Bhayangkara FC, Mauricio Souza Parkir Cyrus Margono?
-
Dikritik Pengamat Tak Bisa Main, Pelatih Brasil Pasang Badan untuk Shayne Pattynama
-
Kalahkan Vietnam 3-2, Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
-
Marc Klok Kirim Psywar Jelang Persib Bandung Lawan Bali United, Apa Itu?
-
Bernardo Tavares: Tekanan Ada di Persija, Mereka 3 Kali Tanpa Kemenangan
-
Lolos ke Final AFF 2026, Timnas Futsal Indonesia Ukir Rekor 4 Kali Beruntun
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?
-
Tolak Halus Juventus, Andre Trindade: Saya Sangat Enjoy di Wolves