Suara.com - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya masih kalah bersaing dengan bek muda Sassuolo bernama Tarik Muharemovi, yang justru menjadi pilihan utama pelatih Sassuolo pada awal musim ini.
Sebab, alih-alih memainkan Jay Idzes yang berpengalaman, pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, justru lebih mempercayakan lini pertahanan kepada Tarik Muharemovi untuk menemani sang kapten, Filippo Romagna.
Setidaknya, duet antara Tarik Muharemovi dan Filippo Romagna ini sudah muncul dalam dua pertandingan pertama Sassuolo. Dari segi hasil, keduanya memang masih belum bisa memberikan performa memuaskan.
Yang terbaru, kolaborasi antara Tarik Muharemovi dan Filippo Romagna gagal membendung barisan lini depan Sassuolo saat menjamu Napoli pada pertandingan perdana Serie A 2025/2026 di Mapei Stadium, Sabtu (23/8/2025).
Keduanya gagal membendung aksi pemain bintang jebolan Liga Inggris yang sukses mencetak gol, yakni Scott McTominay (17’) dan Kevin De Bruyne (57’). Alhasil, Sassuolo harus kalah 0-2 di kandangnya sendiri.
Lantas, siapakah sebetulnya sosok pemain bernama Tarik Muharemovi yang membuat Jay Idzes harus menjadi penghangat bangku cadangan Sassuolo? Berikut Suara.com menyajikan ulasannya.
Profil Tarik Muharemovi
Tarik Muharemovi memang bukan sosok pemain yang patut diremehkan meskipun usianya masih muda. Sebab, bek kelahiran Ljubljana, Slovenia, 28 Februari 2003 itu punya pengalaman yang cukup mentereng.
Ketika masih berusia muda, Tarik Muharemovi tercatat menimba ilmu bersama sejumlah klub Austria, seperti Austria Karnten (2009-2010, Austria Klagenfurt (2010-2019), hingga Wolfsberger AC (2019-2020).
Baca Juga: Nasib Kontras 2 Pemain Timnas Indonesia di Laga Perdana Serie A Italia
Setelah itu, dia mendapatkan kesempatan promosi ke tim senior Wolfsberger AC pada 2021. Pada tahun yang sama, dia direkrut oleh Juventus, tepatnya pada Agustus 2021, dengan durasi kontrak empat tahun.
Bersama Juventus, Tarik memang belum mendapatkan kesempatan tampil di skuad senior. Akhirnya, dia dipinjamkan ke Sassuolo pada 2024/2025 selama semusim, dan membantu klub tersebut promosi ke kasta tertinggi.
Selama periode itu, dia bermain sebanyak 28 kali dan menyumbang satu gol plus dua assist. Berkat bantuannya tersebut, Sassuolo memutuskan untuk mempermanenkan statusnya dengan mekanisme transfer.
Tarik Muharemovi memang dikenal sebagai pemain yang potensial. Sebab, dia sebelumnya pernah mengukir penampilan bersama Timnas Bosnia U-19 dan U-21, dan akhirnya mengukir debut di skuad senior pada Juni 2024.
Sejak saat itu, dia sudah mencatatkan satu gol dari total enam penampilan internasional bersama Timnas Bosnia. Catatan inilah yang membuktikan bahwa Tarik bakal jadi pesaing berat Jay Idzes di lini pertahanan Sassuolo.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Nasib Kontras 2 Pemain Timnas Indonesia di Laga Perdana Serie A Italia
-
Tanpa Jay Idzes di Lini Belakang, Pertahanan Sassuolo Rontok Dihajar Napoli
-
Napoli Turunkan Skuat Bintang, Sassuolo Simpan Jay Idzes sebagai Jagoan Terakhir
-
Jadwal Pertandingan Liga Italia 23-26 Agustus 2025: Ada Jay Idzes!
-
Sassuolo Pamer Efek Instan Rekrut Jay Idzes
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Pernah Menang, Victor Osimhen Justru Takut Bertemu Liverpool di 16 Besar Liga Champions
-
JadI Korban Rasis, Benarkah Vinicius Jr Punya Nenek Moyang dari Afrika?
-
Mampukah Calvin Verdonk Bawa Lille Comeback atas Red Star Belgrade?
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Gabung ke Tim Zona Merah Super League
-
Tanpa Pembelaan, Pelatih Dortmund Merasa Pantas Tersingkir dari Liga Champions
-
John Herdman Dipuji Pundit Malaysia: Jauh Lebih Visioner Dibanding Patrick Kluivert
-
Luis Enrique Akui PSG Dibuat Menderita Meski Lolos ke 16 Besar Liga Champions
-
Thom Haye Absen Lawan Madura, Persib Siapkan Skenario Alternatif
-
Main di GBLA, Federico Barba Pastikan Persib Bandung Siap Pertahankan Tren Positif
-
Alasan Layvin Kurzawa Belum Juga Tampil Bersama Persib Bandung di Super League