- Persib Bandung memperkuat lini belakang dengan merekrut Federico Barba
- Federico Barba memiliki pengalaman panjang di kompetisi top Eropa
- Barba pernah dilatih oleh sejumlah pelatih top Eropa
Suara.com - Persib Bandung resmi merekrut bek tengah asal Italia, Federico Barba.
Pemain kelahiran Roma, 1 September 1993, ini bergabung dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama klub Swiss, FC Sion, berakhir pada Juli 2025.
Barba menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan Persib, menambah kedalaman skuad Maung Bandung di sektor belakang.
Kehadiran Federico Barba di Bandung bukan sekadar menambah opsi di lini belakang.
Bek berusia 31 tahun ini membawa pengalaman panjang di berbagai kompetisi top Eropa, yang diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membangun pertahanan Persib yang solid.
Barba Eks Anak Asuh Pelatih Top Italia
Sejak usia enam tahun, ia sudah menunjukkan bakat sepak bola luar biasa saat bergabung dengan Axa Soccer School.
Bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah, Barba mulai menapaki karier profesionalnya di usia dini.
Pada 2007, ia bergabung dengan Cisco Roma, klub ketiga paling populer di ibukota Italia.
Baca Juga: Polisi Larang Penonton Hadir di Laga Dewa United vs Persija, Ada Apa?
Hanya dua tahun berselang, Barba direkrut oleh AS Roma untuk memperkuat tim muda mereka.
Di bawah bimbingan pelatih Andrea Stramaccioni dan Alberto De Rossi, Barba berhasil meraih sejumlah prestasi.
Pada Juli 2012, Barba dipinjamkan ke Grosseto di Serie B untuk memperkuat pengalaman profesionalnya.
Ia langsung menjadi pilihan utama di lini pertahanan, debut di Coppa Italia 2012–13 dan tampil reguler di Serie B sejak Oktober 2012.
Grosseto kemudian mengakuisisi setengah hak kepemilikan Barba seharga €200.000, namun Roma membelinya kembali dan kemudian menjualnya ke Empoli pada 2013 dengan nilai €250.000.
Di Empoli, Barba terus berkembang dan berhasil mencetak dua gol untuk klub. Pada 2016, ia sempat dipinjamkan ke VfB Stuttgart di Bundesliga Jerman hingga akhir musim, memberikan pengalaman internasional pertamanya.
Selama berkarier di Eropa, Barba dilatih pelatih top Eropa. Barba misalnya sempat dimainkan 34 pertandingan atau 2.288 menit oleh Maurizio Sarri di Empoli.
Eks pelatih AC Milan, Marco Giampaolo juga pernah melatih Barba saat di Empoli. Bahkan eks pemain Valencia dan Spanyol, Ruben Baraja juga pernah melatih rekrutan anyar Persib itu di Sporting Gijon.
Lalu ada eks pelatih Italia, Gian Piero Ventura yang memainkan Barba sebanyak dua pertandngan di Chievo.
Filippo Inzaghi bahkan memberikan kesempatan bermain Barba sebanyak 46 pertandingan alias 3.821 menit saat keduanya di Benevento.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Polisi Larang Penonton Hadir di Laga Dewa United vs Persija, Ada Apa?
-
Buntut Ulah Suporter, Klub-klub Indonesia Kena Denda Puluhan Juta, Termasuk Persija
-
Breaking News! Thom Haye Resmi Bela Persib Bandung
-
Pedro Monteiro Ajak Madura United Ganti Fokus ke Laga Keempat, Siap Tempur?
-
Antisipasi Suporter Rusuh, Erick Thohir Bawa-bawa Suporter Persija
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Sering Terlihat Kesal, Allano Lima Tegaskan Bukan Pemain Tempramen
-
Klub dengan Semboyan Allah-Al-Watan Ini Bidik Juara Liga di 3 Negara Berbeda, Kok Bisa?
-
Pilar Jerman U-17 Ini Ternyata Bisa Bela Timnas Indonesia Tanpa Perlu Naturalisasi
-
Eliano Reijnders Tegaskan Persib Tak Boleh Terpeleset, Ada Persija dan Borneo Menekan
-
Gelandang Serang Arsenal: Kalau Saya Main untuk Timnas Indonesia, Itu Akan Sangat Bagus
-
Gagal Bela Timnas Indonesia, Pemain Berdarah Maluku Ini Antar Atalanta ke 16 Besar Liga Champions
-
Hadapi Madura United, Federico Barba Tegaskan Mentalitas Persib Bandung
-
Ole Romeny Melempem, 3 Mesin Gol Super League Ini Bisa Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia
-
Luis Estrella Ungkap Penyebab Hasil Buruk Timnas Futsal Putri Indonesia
-
Emil Audero dan Jay Idzes Saling Roasting Soal Pencapaian Karier