Bola / Bola Dunia
Rabu, 27 Mei 2026 | 16:47 WIB
Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada kini memikul ekspektasi besar untuk tampil impresif di depan publik sendiri. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 dengan target tinggi di hadapan pendukung mereka masing-masing.
  • Meksiko mengandalkan pemain liga Eropa guna mencetak sejarah baru, sementara Amerika Serikat fokus membangun sinergi kuat dengan para suporter.
  • Kanada berharap pada kebangkitan Alphonso Davies untuk meraih kemenangan perdana sepanjang sejarah partisipasi mereka di turnamen Piala Dunia tersebut.

Suara.com - Piala Dunia 2026 bukan sekadar pesta sepak bola bagi tiga negara tuan rumah.

Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada kini memikul ekspektasi besar untuk tampil impresif di depan publik sendiri.

Bagi Meksiko, tekanan terasa paling besar. El Tri ingin mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali mencapai perempat final Piala Dunia saat menjadi tuan rumah pada 1970 dan 1986.

Pelatih Javier Aguirre optimistis atmosfer positif mulai terasa di negaranya menjelang turnamen.

Aguirre menyebut antusiasme publik kali ini mengingatkannya pada era emas sepak bola Meksiko puluhan tahun lalu.

“Kami semua berada di kapal yang sama. Ada semangat besar untuk mencetak sejarah dan itu mengingatkan saya pada 40 tahun lalu,” ujar Aguirre dilansir dari RFI

Meksiko datang dengan generasi pemain yang tampil di liga-liga top Eropa. Nama seperti Obed Vargas, Mateo Chavez, hingga Edson Alvarez diharapkan membawa perubahan besar.

Namun, kondisi kebugaran Alvarez dan striker Santiago Gimenez masih menjadi perhatian setelah keduanya menjalani operasi pergelangan kaki.

Meski begitu, Meksiko tetap percaya diri setelah sukses menjuarai Gold Cup dan Concacaf Nations League bersama Aguirre.

Baca Juga: Ambisi Samurai Biru di Piala Dunia 2026: Ingin Akhiri Kutukan 16 Besar

Meksiko akan membuka Piala Dunia menghadapi Timnas Afrika Selatan di Estadio Azteca sebelum menghadapi Korea Selatan dan Republik Ceko di fase grup.

Sementara itu, Amerika Serikat datang dengan target paling ambisius dalam sejarah mereka.

Tim asuhan Mauricio Pochettino membidik pencapaian lebih jauh dari sekadar fase gugur.

Pochettino menegaskan tantangan terbesar bukan hanya hasil di lapangan, tetapi juga membangun koneksi kuat dengan suporter lokal.

“Kami ingin menciptakan energi dan sinergi yang penting antara tim dan fans,” kata mantan pelatih Chelsea dan PSG tersebut.

Amerika Serikat memiliki skuad dengan banyak pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa seperti Weston McKennie dan Gio Reyna.

Load More