- Transfer Penuh Drama: Kepindahan Nicolas Jackson diwarnai pembatalan sepihak oleh Chelsea dan penolakan sang pemain untuk kembali, yang memaksa adanya negosiasi ulang.
- Pecahkan Rekor Klub: Untuk mengamankan Jackson, Bayern Munich setuju membayar biaya pinjaman sebesar €16,5 juta, menjadi yang termahal dalam sejarah klub.
- Solusi Krisis Lini Depan: Bayern sangat membutuhkan Jackson untuk menambal lubang di lini serang mereka yang ditinggal banyak pemain dan dihantam badai cedera.
Suara.com - Drama gila di hari-hari terakhir bursa transfer akhirnya berakhir sudah. Nicolas Jackson, penyerang yang sempat 'dibuang' dan dipanggil pulang oleh Chelsea, sukses melakukan 'pemberontakan' untuk memaksakan kepindahannya ke raksasa Jerman, Bayern Munich.
Tak tanggung-tanggung, saga transfer ini berakhir dengan pemecahan rekor pinjaman termahal dalam sejarah Bayern.
Koper yang seharusnya sudah kembali ke London dari Munich pada Sabtu (30/8) lalu, nyatanya tak pernah benar-benar berkemas.
Setelah awalnya sepakat, Chelsea tiba-tiba membatalkan peminjaman Jackson dengan alasan cedera yang dialami penyerang mereka, Liam Delap.
Di sinilah drama sesungguhnya dimulai. Bayern pasrah dan siap menghormati keputusan Chelsea. Namun, Nicolas Jackson menolak.
Ia menolak untuk pulang ke London. Sang agen bahkan sampai turun tangan dan membuat pernyataan publik, menegaskan bahwa kliennya hanya ingin bermain untuk Bayern.
Aksi nekat sang pemain ternyata membuahkan hasil. Chelsea luluh, dan Bayern yang sedang dilanda krisis lini depan tak punya pilihan selain kembali ke meja perundingan. Hasilnya? Kesepakatan baru yang jauh lebih mahal.
Pada Senin, Bayern dilaporkan setuju membayar biaya pinjaman sebesar 16,5 juta euro (sekitar Rp317 miliar), lebih tinggi 1,5 juta euro dari kesepakatan awal.
Lebih dari itu, kesepakatan baru ini juga mencakup klausul kewajiban membeli seharga 65 juta euro jika beberapa syarat terpenuhi.
Baca Juga: Terungkap! Magnet Persib Bikin Thom Haye Klepek-Klepek, Bukan Cuma Soal Uang?
Biaya pinjaman sebesar 16,5 juta euro itu kini resmi tercatat sebagai yang tertinggi dalam sejarah Bayern Munich.
Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya saat mereka membayar 13 juta euro kepada Real Madrid untuk meminjam James Rodriguez pada 2017.
Bagi Jackson, akhir bahagia ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.
“Saya benar-benar senang sekarang menjadi bagian dari klub hebat ini. Semua orang tahu nama-nama legenda yang pernah bermain di sini dan tahu bahwa klub ini berdiri untuk meraih kesuksesan terbesar,” kata Jackson, dikutip dari laman resmi Bayern.
Kepanikan Bayern untuk merekrut Jackson sangat beralasan. Mereka butuh pelapis sekaligus tandem untuk Harry Kane setelah kehilangan Kingsley Coman, Leroy Sane, Thomas Mueller, dan Mathys Tel di musim panas.
Situasi diperparah dengan cederanya Jamal Musiala dan Alphonso Davies.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Peluang Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Tertutup Rapat Karena Ini
-
6 Bek Paling Subur Gol di Super League, Naturalisasi Timnas Indonesia Masuk Daftar
-
Diimbangi Borneo FC, Pelatih Persija Bingung Pemainnya Tidak Fokus ketika Unggul
-
Manchester United Mulai Krisis Pemain, Lisandro Martinez Masih Absen Lawan Newcastle United
-
Ditanya Kemungkinan Iran Main di Piala Dunia 2026 atau Tidak, Donald Trump: Saya Tidak Peduli
-
Pep Guardiola Spill Kondisi Terkini Erling Haaland Jelang Lawan Nottingham Forest
-
Mikel Arteta Waspadai Brighton, Ingin Arsenal Dominasi Permainan
-
Rizky Ridho Ungkap Alasan Pertahanan Persija Jakarta Jarang Clean Sheet
-
Pernah Bersama di Wolves, Nuno Espirito Santo Tak Sabar Hadapi Raul Jimenez
-
3 Panduan Jitu Cetak Gol dari Situasi Bola Mati Ala Arsenal: Inswinger Jadi Kunci