- Thom Haye menolak berjabat tangan sebagai bentuk protes keras.
- Patrick Kluivert menilai Lebanon hanya bermain bertahan sepanjang laga.
- Timnas Indonesia tetap menunjukkan progres meski gagal cetak gol.
Suara.com - Timnas Indonesia menghadapi Lebanon dalam laga FIFA Match Day di Stadion Gelora Bung Tomo.
Pertandingan yang berlangsung pada Senin 8 September 2025 itu berakhir dengan skor imbang 0-0.
Meskipun Indonesia mendominasi jalannya laga, gol yang ditunggu-tunggu tidak kunjung hadir.
Pertahanan rapat Lebanon membuat serangan timnas Indonesia berkali-kali mentah di depan gawang.
Namun, cerita utama justru datang dari insiden panas antara Thom Haye dan pemain Lebanon.
Thom Haye Kesal dengan Lawan
Gelandang timnas Indonesia Thom Haye menolak bersalaman dengan pemain Lebanon.
Aksi itu terjadi setelah peluit panjang dibunyikan wasit di Gelora Bung Tomo.
Ia terlihat kesal dengan sikap tidak sportif lawan yang mengulur waktu sejak awal laga.
Baca Juga: Detik-detik Kevin Diks Hampir Ngamuk di Timnas Indonesia vs Lebanon
Ketegangan muncul ketika Marcelino Ferdinan memberikan bola untuk lemparan ke dalam.
Sayangnya, pemain Lebanon membiarkan bola bergulir tanpa niat mengambilnya.
Ketegangan Meningkat di Lapangan
Sikap itu membuat Marcelino dimarahi pemain lawan yang mendekat.
Thom Haye langsung maju ke depan untuk melindungi rekan setimnya.
Ia sempat mendorong pemain Lebanon karena merasa kesal dengan perlakuan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan