- Chelsea dijatuhi 74 dakwaan oleh FA terkait dugaan pelanggaran regulasi agen dan investasi pihak ketiga yang terjadi antara 2009–2022 di era Roman Abramovich.
- Klub menegaskan telah melaporkan sendiri dugaan pelanggaran itu setelah akuisisi oleh Todd Boehly dan Clearlake Capital pada 2022, serta bekerja sama penuh dengan FA.
- Abramovich sudah menjual Chelsea pada 2022 usai mendapat sanksi pemerintah Inggris karena hubungan dekat dengan Kremlin di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
Suara.com - Chelsea menghadapi masalah serius setelah Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menjatuhkan 74 dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan yang terjadi selama kepemilikan Roman Abramovich. Dilansir dari Mirror, dakwaan ini mencakup rentang waktu lebih dari satu dekade, tepatnya dari 2009 hingga 2022.
Abramovich mengambil alih Chelsea pada 2003 dan mengubah klub asal London Barat itu menjadi salah satu kekuatan terbesar di Eropa.
Sebelum kedatangannya, The Blues baru sekali menjuarai kasta tertinggi Liga Inggris pada 1955. Namun, investasi besar-besaran dari pengusaha asal Rusia itu langsung berdampak signifikan.
Bersama manajer Jose Mourinho, Chelsea sukses mengakhiri penantian panjang dengan merebut trofi Premier League pada 2005, lalu mempertahankannya setahun kemudian.
Secara keseluruhan, di bawah kepemilikan Abramovich, Chelsea memenangkan lima gelar Premier League, lima Piala FA, dua trofi Liga Champions, dua Liga Europa, serta tiga Piala Liga.
Namun, masa kejayaan tersebut kini mendapat sorotan. FA menuduh Chelsea melanggar aturan terkait regulasi agen serta investasi pihak ketiga dalam transfer pemain.
Dalam pernyataannya, FA menyebut:
“Asosiasi Sepak Bola Inggris hari ini mendakwa Chelsea FC atas pelanggaran Regulasi J1 dan C2 dalam Regulasi Agen FA, Regulasi A2 dan A3 dalam Regulasi FA tentang kerja sama dengan perantara, serta Regulasi A1 dan B3 dalam Regulasi Investasi Pihak Ketiga pada Pemain.
Secara total, ada 74 dakwaan yang diajukan terhadap Chelsea FC. Tindakan yang menjadi subjek dakwaan ini berlangsung dari 2009 hingga 2022 dan terutama terkait dengan peristiwa yang terjadi antara musim 2010/11 hingga 2015/16.
Baca Juga: Bintang Muda Barcelona Jadi Buruan Manchester City dan Chelsea
Chelsea FC memiliki waktu hingga 19 September 2025 untuk memberikan tanggapan.”
Pihak Chelsea langsung memberikan tanggapan cepat. Klub menyatakan bahwa mereka sendiri yang melaporkan dugaan ketidaklengkapan laporan keuangan dan potensi pelanggaran aturan FA setelah proses akuisisi baru pada 2022.
Abramovich sendiri sudah menjual Chelsea pada Mei 2022 kepada konsorsium yang dipimpin Todd Boehly dan Clearlake Capital.
Penjualan itu dilakukan setelah pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi kepada Abramovich karena dianggap memiliki hubungan dekat dengan Kremlin di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
Tag
Berita Terkait
-
Bintang Muda Barcelona Jadi Buruan Manchester City dan Chelsea
-
Chelsea Siap Beli Klub Neymar? Santos Bakal Jadi Bagian The Blues
-
Legenda Liverpool Hantam Attitude Garnacho Gegara Ponsel, Ada Apa?
-
Bruno Fernandes Bongkar Sikap Buruk Garnacho: Dia Tak Punya Etos Kerja
-
Arjen Robben Terjun ke Dunia Padel, Ikuti Jejak Zlatan Ibrahimovic
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten