- Pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa baru bisa bergabung pada 6 Oktober 2025.
- Laga perdana Grup B menghadapi Arab Saudi digelar 8 Oktober di Jeddah.
- PSSI menyiapkan solusi lewat koordinasi teknis agar persiapan tetap berjalan.
Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberi kabar kurang mengenakan untuk Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert.
Hal ini berkaitan dengan pemanggilan pemain jelang ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kejuaraan tersebut akan dimainkan pada Oktober mendatang.
Timnas Indonesia ada di Grup B bersama tuan rumah Arab Saudi dan Irak.
Erick mengatakan persiapan Timnas Indonesia menatap kejuaraan tersebut tidak bisa maksimal.
Sejumlah pemain khususnya yang berkompetisi di Eropa baru bisa kumpul dua hari jelang laga.
Di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia nanti, Timnas Indonesia akan lebih dulu menantang Arab Saudi di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, pada 8 Oktober 2025.
Tiga hari berselang, Garuda bakal melawan Irak dalam partai kedua Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di King Abdullah Sports City Stadium.
Masalahnya, pemain Timnas Indonesia cukup banyak yang merumput di Eropa. Tentu ini bisa mengganggu masa-masa persiapan.
Baca Juga: Liga Champions Asia Elite Jadi Ajang Bentrok Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia dan Malaysia
"Tentu banyak pemain juga yang baru bisa mendarat yang bermain di Eropa itu tanggal 6 (Oktober)," kata Erick Thohir saat konferensi pers di Stadion GBK, Selasa (16/9/2025).
"Jadi seperti di Australia tanggal 7 latihan tanggal 8 main," jelas lelaki yang juga menteri BUMN tersebut.
Oleh sebab itu, Erick akan mencoba mencari jalan keluar dari permasalahan ini.
Ia akan berkoordinasi dengan direktur teknik Alexander Zwiers.
"Hal-hal ini kami terus antisipasi saya sudah minta technical director sama tim official mulai melakukan review-review tanpa latihan antara pelatih dan pemain, hal-hal ini yang kami coba maksimalkan," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan