- Timnas Indonesia turun ke peringkat 119 FIFA.
- Thailand tetap memimpin ASEAN di ranking FIFA.
- Vietnam kembali menyalip Indonesia di tabel FIFA.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi merilis update ranking FIFA edisi September 2025.
Kabar kurang menyenangkan datang untuk Timnas Indonesia yang harus turun satu peringkat.
Skuad Garuda kini berada di posisi 119 dunia dengan perolehan 1157,94 poin.
Padahal di FIFA Matchday September, Indonesia mencatat hasil cukup memuaskan.
Pasukan Patrick Kluivert mampu mengalahkan Chinese Taipei dengan skor telak 6-0.
Persaingan Ketat di Ranking FIFA ASEAN
Selain kemenangan besar, Indonesia juga menahan imbang Lebanon dengan skor 0-0.
Dua hasil itu mendatangkan tambahan 3,39 poin untuk Indonesia di ranking FIFA.
Sayangnya, tambahan poin tersebut belum cukup untuk menjaga posisi di 118 dunia.
Baca Juga: Emil Audero Realistis: Timnas Indonesia Bukan Favorit, Tapi Lolos Piala Dunia Jadi Momen Bersejarah
Perubahan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan negara-negara Asia Tenggara.
Sementara itu, Thailand masih menjadi yang terkuat di kawasan ASEAN.
Thailand Kokoh di Posisi 101 Dunia
Gajah Perang menempati posisi 101 dunia dengan koleksi 1222,20 poin.
Thailand mencatat kemenangan 3-0 atas Fiji dan kalah tipis 0-1 dari Irak.
Hasil ini membuat posisi Thailand tetap aman di atas rival-rival ASEAN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan