- Madura United wajib ekstra hati-hati menghadapi kecepatan PSBS Biak.
- Alfredo Vera tekankan fokus lini belakang demi raih poin penuh.
- Laga ini jadi momen kebangkitan usai kekalahan telak dari Malut United.
Suara.com - Madura United menargetkan tiga poin penting saat melawat ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, untuk menghadapi PSBS Biak dalam lanjutan pekan ketujuh BRI Super League 2025/2026, Kamis (25/9) malam.
Pelatih Madura United, Angel Alfredo Vera, menegaskan anak asuhnya tidak boleh lengah.
Ia melihat kekuatan utama PSBS Biak ada pada kecepatan para pemain depan mereka.
"Harus fokus di belakang untuk pemain-pemain cepat mereka untuk antisipasi dan cover dari belakang," ujar Vera dikutip dari laman resmi I.League.
Selain berburu kemenangan, Madura United juga ingin mengakhiri catatan kurang menyenangkan kala bersua PSBS Biak musim lalu.
Dari dua pertemuan, Laskar Sape Kerrab tak sekalipun menang—sekali kalah 1-2 dan sekali imbang 0-0.
Vera pun mengaku sudah memetakan kekuatan lawan.
Persiapan intens dilakukan agar anak asuhnya bisa meredam gaya bermain cepat tim berjuluk Badai Pasifik itu.
"Ya, semoga apa yang kami latih bisa berjalan dengan baik. Kami sudah mulai antisipasi semua yang mereka mau lakukan tinggal kami bermain," katanya.
Baca Juga: Pelatih Brasil Akui Persija Jakarta akan Kesulitan Kalahkan Borneo FC
Partai ini juga penting bagi Madura United untuk segera bangkit setelah pekan lalu dipermalukan Malut United dengan skor 1-4.
Kekalahan tersebut membuat posisi mereka terpuruk di papan bawah klasemen.
Saat ini, Madura United menempati urutan ke-15 dengan koleksi lima poin dari enam pertandingan.
Kemenangan melawan PSBS Biak bisa mengangkat mereka ke papan tengah sekaligus menjauh dari zona merah.
Sementara itu, PSBS Biak berada di posisi ke-17 dengan empat poin, hanya terpaut satu angka dari Madura United.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey