-
Kluivert kecewa berat Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi.
-
Kekalahan menipiskan harapan Indonesia lolos Piala Dunia 2026.
-
Timnas Indonesia harus segera fokus hadapi Irak di laga berikutnya.
"Itu sangat sulit," ungkapnya, mengacu pada situasi yang dihadapi Timnas Indonesia.
Fakta bahwa tim tidak bisa berlatih dalam waktu yang lama adalah kendala serius yang membebani kinerja.
Rasa frustrasi yang memuncak membuat Patrick Kluivert melontarkan kalimat yang sangat emosional.
"Kadang-kadang saya meninju wajah saya sendiri," ujarnya dengan jujur dalam konferensi pers tersebut.
Ia menyesalkan bahwa waktu persiapan yang memadai untuk Timnas Indonesia tidak dapat terlaksana dengan benar.
"Sayang sekali kami tidak bisa berlatih dengan benar,” ungkapnya, mempertahankan kutipan asli tersebut tanpa perubahan.
Keterbatasan ini disinyalir menjadi faktor yang memengaruhi fokus dan ketahanan fisik pemain Indonesia sepanjang pertandingan.
Jalannya Pertandingan dan Gol Krusial
Pertandingan diawali dengan keunggulan cepat bagi Timnas Indonesia melalui gol tendangan penalti yang dieksekusi oleh Kevin Diks pada menit ke-11.
Baca Juga: Minim Menit di Era Kluivert, Sandy Walsh Pilih Fokus daripada Frustrasi
Namun, keunggulan itu segera sirna setelah Saleh Abu Al-Shamat menyamakan skor untuk Arab Saudi.
Tuan rumah bahkan berhasil membalikkan kedudukan melalui tendangan penalti Firas Al-Buraikan yang membuat Patrick Kluivert semakin cemas.
Al-Buraikan mencetak gol keduanya, sekaligus gol ketiga Arab Saudi, pada menit ke-62, memperlebar jarak.
Indonesia berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 setelah Kevin Diks kembali sukses mengeksekusi penalti kedua pada menit ke-88.
Meskipun demikian, gol Diks tersebut tidak mampu menyelamatkan Indonesia dari kekalahan perdana di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia.
Fokus ke Laga Berikutnya Melawan Irak
Patrick Kluivert menyampaikan rasa kecewanya yang mendalam terhadap hasil akhir yang menempatkan Indonesia di posisi juru kunci.
“Tetapi tetap saja, saya tidak senang, tentu saja, saya sangat kecewa (dengan hasilnya)," katanya.
Meski kalah, Kluivert tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya di lapangan Arab Saudi.
"3-2, kami akan pergi dengan kepala tegak di lapangan ini,” pungkasnya, menunjukkan semangat yang tidak padam.
Timnas Indonesia di bawah arahan Patrick Kluivert tidak punya banyak waktu untuk meratapi hasil ini karena jadwal padat menanti.
Pertandingan berikutnya yang sangat menentukan sudah menanti Timnas Indonesia hanya dalam waktu tiga hari ke depan.
Mereka harus segera menjernihkan pikiran dan fokus penuh untuk menghadapi Irak pada hari Minggu (12/10) pukul 02.30 WIB, sebuah laga krusial Kualifikasi Piala Dunia.
"Kami perlu menjernihkan pikiran dan tampil bagus dalam pertandingan melawan Irak,” tutup Kluivert, menandaskan bahwa Irak adalah fakta tantangan berikutnya.
Patrick Kluivert menekankan pentingnya penampilan prima demi menjaga secercah harapan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026.
Para pemain wajib menunjukkan mental baja dan peningkatan taktik agar tidak kembali menelan kekalahan, mengulang pengalaman saat dikalahkan Arab Saudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan