Bola / Bola Indonesia
Senin, 13 Oktober 2025 | 13:55 WIB
Timnas Indonesia (AFC)
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia gagal total di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

  • Irak dua kali gembosi mimpi Garuda ke panggung dunia.

  • Efisiensi tim jadi kunci kegagalan Timnas Indonesia di laga krusial.

Suara.com - Perjuangan panjang Timnas Indonesia untuk meraih tempat di Piala Dunia 2026 kini telah mencapai titik akhir.

Kekalahan menyakitkan dari Irak secara resmi memadamkan harapan besar skuad Garuda melaju lebih jauh dalam Kualifikasi Piala Dunia.

Hasil pahit tersebut menjadi pukulan telak yang mengubur mimpi Indonesia beraksi di panggung dunia, sebuah data valid yang harus diterima oleh Sepak Bola Indonesia.

Meskipun Kekalahan dari Irak ini terasa menyesakkan, data pertandingan menunjukkan penguasaan bola yang dominan.

Di King Abdullah Sport City Stadium, pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB, Indonesia menguasai bola hingga 56 persen, sebuah fakta statistik yang tidak dapat diabaikan dalam analisis Timnas Indonesia.

Namun, efisiensi Irak terbukti lebih unggul, menghasilkan kemenangan tipis 1-0 melalui gol tunggal Zidane Iqbal yang spektakuler.

Gol dari luar kotak penalti tersebut, yang tak terjangkau oleh kiper Maarten Paes, memastikan hasil akhir Kualifikasi Piala Dunia yang tidak diinginkan.

Berakhirnya laga ini memastikan langkah Indonesia terhenti secara definitif di putaran keempat, memupuskan ambisi ke Piala Dunia 2026.

Kekalahan dari Irak ini harus menjadi bahan evaluasi mendalam bagi seluruh ekosistem Sepak Bola Indonesia.

Baca Juga: Beda Jauh dengan Kluivert! Dick Advocaat Bawa Semangat Ini ke Curacao

Mengulang Tragedi Tahun Lalu

Ironisnya, kegagalan Timnas Indonesia ini bukanlah kali pertama mimpi Garuda dihempaskan oleh kekuatan Irak.

Setahun sebelumnya, skuad muda Indonesia juga disingkirkan Irak dalam perebutan tempat ketiga di Piala Asia U-23 2024, sebuah preseden buruk bagi Sepak Bola Indonesia.

Dalam pertandingan krusial itu, Indonesia sempat memimpin lewat gol Ivar Jenner, tetapi Irak berhasil bangkit untuk menang 2-1 dan merebut tiket otomatis menuju Olimpiade Paris 2024.

Meskipun hasil tak berpihak, saat itu Pelatih Shin Tae-yong pada saat itu tetap memberikan apresiasi tinggi.

Sayangnya, skuad muda Garuda kembali gagal meraih tiket Olimpiade saat harus takluk pada laga playoff melawan Guinea beberapa hari setelahnya, sebuah data yang melengkapi Kekalahan dari Irak sebelumnya.

Kisah pahit yang menimpa Garuda Muda kini terulang kembali di level senior, dengan hasil yang serupa menyesakkan di ajang Kualifikasi Piala Dunia.

Rentetan hasil ini menjadi pengingat serius bagi Timnas Indonesia dan ambisinya menuju Piala Dunia 2026.

Tantangan Menuju Panggung Dunia

Secara performa, skuad senior asuhan Patrick Kluivert memang menunjukkan perkembangan yang nyata.

Terlihat jelas operan yang lebih terorganisir, tempo permainan yang lebih terkendali, dan garis pertahanan yang lebih kokoh dibandingkan laga-laga sebelumnya yang dipantau oleh media Sepak Bola Indonesia.

Akan tetapi, efisiensi dalam penyelesaian akhir, sebuah hal yang dimiliki Irak, menjadi pembeda signifikan yang masih belum dikuasai oleh Timnas Indonesia.

Dua kali Kekalahan dari Irak secara beruntun, baik di tingkat junior maupun senior, menjadi alarm keras.

Ini adalah sebuah refleksi bahwa Garuda masih membutuhkan perbaikan fundamental sebelum benar-benar mampu bersaing di kancah Piala Dunia 2026 atau level dunia.

Perlu kerja keras ekstra untuk menggapai standar yang dibutuhkan dalam persaingan ketat Kualifikasi Piala Dunia dan mencapai impian tertinggi.

Kesimpulannya, perjalanan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 harus terhenti, tetapi ini juga menjadi momentum untuk membangun masa depan Sepak Bola Indonesia yang lebih kuat.

Kegagalan ini menegaskan perlunya fokus pada efisiensi dan mental juara, terutama saat menghadapi tim tangguh seperti Irak.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Load More