Bola / Bola Dunia
Kamis, 26 Februari 2026 | 17:26 WIB
Tujuh pemain naturalisasi Malaysia dipastikan palsu. (Dok. Bahrian)
Baca 10 detik
  • Sidang CAS hari ini menentukan nasib tujuh pemain naturalisasi Malaysia terkait kasus pemalsuan dokumen penting.
  • AFC menunggu putusan CAS untuk memutuskan status kemenangan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027.
  • Dampak terburuknya adalah potensi kehilangan enam poin kualifikasi dan kemungkinan skorsing Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Suara.com - Hari ini menjadi hari penghakiman bagi sepak bola Malaysia. Sidang Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait banding tujuh pemain naturalisasi mereka akan menentukan nasib Harimau Malaya di kancah internasional, termasuk peluang mereka untuk bisa mengikuti jejak Timnas Indonesia berlaga di Piala Asia 2027.

Kasus pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain yaitu Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel kini memasuki babak akhir.

Namun yang paling mengkhawatirkan bukanlah putusan sanksi bagi para pemain, melainkan potensi hukuman lanjutan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan FIFA untuk Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

AFC sebelumnya telah menyatakan akan menunggu hasil sidang CAS sebelum mengambil keputusan terkait status dua laga kemenangan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal (2-0) dan Vietnam (4-0), di mana mereka terbukti menggunakan pemain yang tidak sah.

Analis sepak bola lokal, Zakaria Rahim meyakini bahwa AFC sebenarnya sudah memiliki keputusan dan hanya tinggal menunggu momen yang tepat untuk mengumumkannya.

"AFC mungkin sudah memiliki keputusan, tinggal menunggu waktu pengumumannya setelah keputusan CAS," ujar Zakaria Rahim sebagaimana dikutip dari Bharian.com.my.

Skenario terburuk yang paling ditakutkan adalah jika AFC mengikuti jejak FIFA yang sebelumnya telah membatalkan tiga laga persahabatan Malaysia dan memberikan kemenangan 3-0 kepada lawan.

Jika hukuman serupa diterapkan untuk laga kualifikasi, maka Harimau Malaya akan kehilangan enam poin krusial.

"AFC terlihat mengikuti 'ayahnya' (FIFA), dan jika Nepal dan Vietnam diberi kemenangan 3-0 atas Malaysia, skuad Harimau Malaya akan kehilangan enam poin," kata Zakaria.

Baca Juga: Deretan Pemain Naturalisasi yang Terancam Degradasi Bareng Klubnya, Siapa Saja?

"Situasi ini berarti kita bisa melupakan Piala Asia 2027 sebelum menghadapi Vietnam lagi bulan depan," imbuhnya lagi.

Lebih dari sekadar gagal lolos, ada juga potensi sanksi yang lebih berat dari FIFA berupa skorsing untuk FAM, yang bisa merusak seluruh ekosistem sepak bola Malaysia.

"Jadi, tindakan lanjutan dari FIFA dan AFC adalah hal yang seharusnya kita khawatirkan atau takuti, dan kita harus merayakannya jika hasilnya positif," tegas Zakaria.

Terlepas dari apapun hasil sidang CAS hari ini, kasus ini telah menciptakan defisit kepercayaan yang mendalam terhadap sepak bola Malaysia di mata komunitas olahraga global.

Load More