- Timnas Cape Verde berhasil memastikan tiket ke Piala Dunia untuk pertama kalinya
- Ada pemain keturunan Indonesia di Cape Verde
- Danilson memiliki darah Indonesia dari garis keturunan ibunya
Suara.com - Cape Verde, resmi mencatat sejarah untuk kali pertama lolos ke Piala Dunia.
Tim berjuluk Blue Sharks itu berhasil lolos ke Piala Dunia 2026, setelah menang telak 3-0 atas Eswatini di Estádio Nacional, Praia, Senin (13/10/2025) waktu setempat.
Kemenangan ini memastikan Cape Verde finis di puncak Grup D kualifikasi zona Afrika, mengungguli raksasa Afrika seperti Kamerun.
Gol-gol dari Dailon Livramento, Willy Semedo, dan Stopira membawa euforia luar biasa di stadion berkapasitas 15 ribu penonton.
Ada satu fakta menarik dari tim nasional Cape Verde yakni keberadaan pemain keturunan Indonesia di sana.
Ialah Danilson Soares Silva, pemain keturunan Indonesia yang juga berdarah Belanda kelahiran Belanda pada 6 Maret 2002.
Saat ini, Danilson berkarier di Liga Portugal bersama klub Olhanense.
Menariknya, Danilson mengawali karier sepak bola di akademi Excelsior. Ia kemudian pindah ke Feyenoord.
Di Feyenoord, Danilson satu angkatan dengan Joshua Zirkzee dan pemain keturunan Indonesia lainnya, Rivas Manuhutu.
Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia, Marselino Ferdinan Fokus AS Trencin: Saya Butuh Menit Bermain
Danilson Soares Silva diketahui memiliki darah Indonesia dari garis keturunan ibunya.
Danilson memiliki silsilah keluarga yang menarik.
Dari pihak ayah, ia berdarah Cape Verde, negara kepulauan kecil di Afrika yang baru saja mencatat sejarah lolos ke Piala Dunia 2026.
Sementara dari pihak ibu, ia memiliki akar Indonesia yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.
Kabar itu pertama kali muncul lewat akun Instagram @Fotboll.Indonesiaa, yang kerap mengulas kiprah para pemain berdarah Nusantara di luar negeri.
Dalam unggahan tersebut, Danilson mengungkap asal-usul keluarganya yang ternyata punya hubungan kuat dengan Indonesia.
“Saya punya darah Indonesia dari nenek saya yang lahir di Bandung, orangtua dari ibu saya. Saya juga punya darah Cape Verde dari ayah saya. Nenek saya pindah ke Belanda saat berumur 14 tahun,” ujar Danilson, dikutip dari @futboll.indonesia.
Kontributor: Adam Ali
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia, Marselino Ferdinan Fokus AS Trencin: Saya Butuh Menit Bermain
-
2 Alasan Mendasar Mengapa Kegagalan Kluivert di Ronde Keempat Kualifikasi Sangat Memalukan
-
Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Ini 8 Wakil Asia yang Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Inggris Pesta Gol, Harry Kane Cetak Rekor Baru: Singkirkan Gary Lineker
-
Inggris Lolos ke Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Balas Ejekan Fans dengan Cara Berkelas
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain
-
Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi