- Cremonese tampil luar biasa bersama Emil Audero, sempat puncaki klasemen Serie A.
- Cedera Audero jadi titik balik: empat laga tanpa kemenangan, tujuh gol bersarang.
- Posisi tim turun ke peringkat 11, performa menurun drastis tanpa sang kiper utama.
Suara.com - Cremonese tampak kehilangan arah setelah Emil Audero menepi akibat cedera. Padahal, kiprah mereka di awal musim Serie A 2025-2026 sempat membuat banyak pihak terkejut.
Tim besutan Davide Nicola itu memulai musim dengan gemilang lewat dua kemenangan beruntun.
I Grigiorossi secara mengejutkan menumbangkan AC Milan 2-1, lalu melanjutkannya dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Sassuolo.
Dua hasil positif tersebut sempat membawa Cremonese ke puncak klasemen sementara Serie A — pencapaian luar biasa bagi tim promosi.
Namun, semua itu mulai pudar sejak Emil Audero absen. Kiper timnas Indonesia itu cedera jelang laga kontra Como, membuat Nicola harus menurunkan Marco Silvestri sebagai pengganti.
Sejak momen itu, performa Cremonese menurun drastis. Dalam empat laga terakhir, mereka gagal meraih kemenangan — hanya mencatat tiga hasil imbang dan sekali kalah.
Gawang yang sebelumnya sulit ditembus kini kebobolan tujuh kali dalam periode singkat.
Padahal, dua laga terakhir sebelum cedera, Audero sukses menjaga clean sheet saat menghadapi Parma dan Verona.
Stabilitas yang ia berikan di bawah mistar kini jelas dirindukan.
Baca Juga: Buffon Angkat Suara Soal Calon Pelatih Juventus, Spalletti Pilihan Utama
Ketiadaan Audero bukan hanya soal kehilangan satu pemain, tapi juga hilangnya rasa percaya diri tim.
Pertahanan Cremonese terlihat lebih mudah ditembus, sementara lini depan kesulitan menutup kekurangan di belakang.
Kini, Cremonese harus puas duduk di peringkat 11 klasemen sementara Serie A dengan 11 poin dari delapan pertandingan.
Mereka memang masih unggul tujuh poin dari Fiorentina yang mendekati zona degradasi, tetapi absennya sang penjaga utama membuat perjalanan mereka di liga tampak jauh lebih berat.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti