-
Atep Rizal berharap Timnas Indonesia bisa menjuarai Piala AFF terlebih dahulu sebelum menargetkan prestasi di Piala Asia dan Piala Dunia.
-
Ia optimistis dengan kualitas skuad Garuda yang mampu melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
-
Atep menilai kritik kepada pemain seperti Marc Klok dan Beckham Putra boleh saja asal membangun, namun menolak tindakan perundungan.
Suara.com - Mantan pemain Timnas Indonesia, Atep Rizal, berharap skuad Garuda bisa lebih dulu menjuarai Piala AFF sebelum menargetkan prestasi di Piala Asia maupun Kualifikasi Piala Dunia.
Indonesia, yang sudah enam kali tampil di final Kejuaraan ASEAN, dijadwalkan kembali berlaga di turnamen tersebut pada pertengahan Juli hingga akhir Agustus 2026.
“Sejak dulu Indonesia belum pernah juara di Kejuaraan ASEAN. Kalau bisa juara Piala AFF dulu untuk mengobati kekecewaan, baru kemudian fokus ke Piala Asia,” ujar Atep, Rabu (29/10/2025).
Legenda Persib Bandung itu optimistis dengan kualitas pemain Timnas Indonesia saat ini yang dinilainya cukup mumpuni untuk membawa pulang gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya di level senior.
Menurutnya, tim asuhan Gerald Vanenburg memiliki modal kuat setelah menorehkan sejarah di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan melangkah hingga putaran keempat, sesuatu yang belum pernah dicapai sebelumnya.
“Secara kualitas, tim ini sudah teruji. Kita mampu sampai ke ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Tapi yang terpenting sekarang, kita fokus dulu untuk menjuarai Piala AFF,” ujar Atep.
Atep juga menanggapi kritik yang dialamatkan kepada dua pemain Persib Bandung, Marc Klok dan Beckham Putra, setelah kekalahan Indonesia 2-3 dari Arab Saudi pada laga perdana putaran keempat kualifikasi.
Ia menilai kritik yang membangun sah-sah saja, namun mengingatkan agar para suporter tidak melakukan perundungan terhadap pemain.
“Jangan sampai pemain dibully karena mereka pasti ingin memberikan yang terbaik. Pemain juga tampil berdasarkan keputusan pelatih. Kalau pun hasilnya belum sesuai harapan, itu bagian dari risiko pertandingan,” jelasnya.
Baca Juga: Piala Dunia U-17: Nova Arianto Tekankan Evaluasi Menyeluruh Jelang Turnamen
Atep menegaskan bahwa kritik yang bersifat membangun justru bisa memotivasi pemain untuk bangkit, sementara tindakan perundungan hanya akan membuat mental mereka jatuh.
(Antara)
Berita Terkait
-
Piala Dunia U-17: Nova Arianto Tekankan Evaluasi Menyeluruh Jelang Turnamen
-
Legenda Persib Bandung Sebut Bojan Hodak Cocok Latih Timnas Indonesia
-
Heboh Mantan Tukang Bangunan Dirumorkan Bakal Latih Timnas Indonesia?
-
Siapa Oscar Garcia? Eks Rekan Kluivert yang Dirumorkan Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
Persib Bandung Hadapi Jadwal Padat, Beckham Putra Optimistis Lanjutkan Tren Positif
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih
-
Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah
-
Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge
-
OLXmobbi Tebar Cashback Hingga 35 Juta Tukar Tambah Mobil Bekas ke Mobil Baru di GIIAS 2026
-
Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO
-
Akal-akalan Komisi Fiktif Asuransi Pelni Rp15,6 Miliar, 4 Petinggi Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Rahasia Gelap Mantan Tunawisma di Balik Minimarket yang Merepotkan!
-
Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan
-
Prabowo Bersedia ke Korea Utara, Apakah Indonesia Punya Hubungan Diplomatik dengan Korut?