- Panggung Piala Dunia U-17 memang jadi ujian tersendiri bagi Timnas Indonesia U-17.
- Menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Zambia, Brasil, dan Honduras akan menjadi ujian sesungguhnya bagi anak asuhnya.
- Pelatih berusia 45 tahun itu menekankan bahwa aspek mental dan psikologis menjadi kunci penting dalam membentuk tim yang solid.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, tidak menampik bahwa timnya kalah dari sisi fisik dibandingkan peserta lain di ajang Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa mental juara harus tetap menjadi modal utama para pemain muda Garuda Muda di setiap pertandingan.
“Soal mental adalah catatan buat saya. Secara body pasti berbeda karena ketika bertemu Pantai Gading dan Panama, secara postur kami sangat kalah," kata Nova kepada awak media.
"Tapi saya bilang ke pemain untuk mempunyai mental yang kuat agar bisa bersaing,” jelasnya.
Panggung Piala Dunia U-17 memang jadi ujian tersendiri bagi Timnas Indonesia U-17. Tentu tidak mudah sehingga dibutuhkan kerja keras.
Menurut Nova, menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Zambia, Brasil, dan Honduras akan menjadi ujian sesungguhnya bagi anak asuhnya.
Namun, ia tidak ingin para pemain terlalu takut atau terbebani dengan hasil akhir.
"Kalau tidak punya mental yang kuat pastinya akan sulit bisa bersaing dengan Zambia, Brasil, dan Honduras. Harapan saya, pemain jangan pernah takut karena kita tidak tahu soal hasil. Yang penting coba kemampuan terbaik dulu," tegasnya.
Pelatih berusia 45 tahun itu menekankan bahwa aspek mental dan psikologis menjadi kunci penting dalam membentuk tim yang solid.
Baca Juga: Piala Dunia U-17: Soroti Grup H, FIFA Rekomendasikan untuk Saksikan Pemain Persija Ini!
Nova menyadari mayoritas pemainnya masih sangat muda dan rentan terhadap distraksi, terutama dari media sosial.
"Saya senang dengan kedisiplinan pemain dalam bermedia sosial. Saya bisa lihat mereka tidak memposting apapun agar mereka tidak terganggu konsentrasinya dan fokus ke Piala Dunia," ujar Nova.
Tak hanya itu, Nova juga mengungkapkan bahwa timnya mendapat dukungan dari tim psikolog untuk menjaga kestabilan emosi dan kepercayaan diri pemain menjelang laga-laga penting.
“Kami juga ada tim psikolog yang mengelola aspek mental pemain sebelum tampil di Piala Dunia. Taktik tidak akan bisa berjalan tanpa mental pemain yang baik,” pungkasnya.
Adapun Indonesia akan mengawali perjuangan di Piala Dunia U-17 2025 dengan menghadapi Zambia pada laga pembuka Grup H di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, Qatar, Selasa (4/11/2025) pukul 22.45 WIB.
Selanjutnya, Fadly Alfredo dan rekan-rekan dijadwalkan bertemu Brasil pada Jumat (7/11/2025) pukul 22.45 WIB, sebelum menutup fase grup kontra Honduras pada Senin (10/11/2025) pukul 21.45 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting
-
Saga Transfer Berakhir: Fenerbahce Boyong N'Golo Kante dari Al-Ittihad
-
Apes, Alejandro Garnacho Kena Sial Usai Sindir Manchester United
-
Kontribusi Minim, Apa Kegunaan Viktor Gyokeres di Arsenal?
-
Mengenal Lebih Dekat Ardiansyah Nur Kapten Timnas Futsal Indonesia yang Cetak Sejarah di Piala Asia
-
Ragnar Oratmangoen Batal Gabung Persib Bandung?
-
Dari Jayapura ke Panggung Asia: Wendy Brian Ick, Motor Kemenangan Timnas Futsal Indonesia