Bola / Bola Indonesia
Selasa, 11 November 2025 | 10:36 WIB
Asisten Pelatih Liverpool, Giovanni van Bronckhorst. [Instagram Giovanni van Bronckhorst]
Baca 10 detik
  • Orang tua Giovanni van Bronckhorst diketahui berada di Ambon dan memicu spekulasi soal masa depan sang pelatih.
  • Giovanni kini menjabat asisten Arne Slot di Liverpool setelah berkarier bersama Feyenoord, Rangers, dan Besiktas.
  • Mantan kapten Timnas Belanda itu punya akar Indonesia dari kedua orang tuanya yang berdarah Maluku.

Kini, ia bertugas sebagai asisten pelatih Arne Slot di Liverpool, menggantikan John Heitinga yang kembali ke Ajax.

Akar Indonesia dari Maluku

Giovanni lahir di Rotterdam pada 5 Februari 1975, namun darah Indonesia mengalir kuat dalam dirinya.

Sang ibu, Fransien Sapulette, merupakan perempuan asli Maluku.

Sementara sang ayah, Victor, memiliki latar Indonesia-Belanda. Itulah mengapa hubungan keluarga Van Bronckhorst dengan Indonesia begitu dekat.

Awal Karier: Dari Rotterdam ke Klub Eropa

Perjalanan Giovanni dimulai dari klub lokal, LMO Rotterdam, sebelum bergabung dengan Feyenoord pada 1993.

Ia sempat dipinjamkan ke RKC Waalwijk setahun, lalu kembali ke Feyenoord dan menjadi bagian penting keberhasilan klub menjuarai Piala KNVB 1994/95.

Pada 1998, Rangers meminangnya dan di sana ia mengoleksi empat trofi domestik dalam tiga musim.

Baca Juga: Skenario Rumit Timnas Indonesia Lolos 32 Besar Piala Dunia U-17 2025 usai Hajar Honduras

Arsenal kemudian membelinya dengan harga 13,5 juta euro pada 2001, menjadikannya salah satu pembelian besar di era tersebut.

Meski sempat kesulitan beradaptasi di Premier League, Giovanni tetap mampu menyumbang lima gelar bersama The Gunners.

Barcelona kemudian meminjamnya pada 2003, dan performanya kembali bersinar hingga membuat Blaugrana mematenkannya pada 2004.

Empat musim di Catalonia berbuah lima gelar tambahan, termasuk trofi Liga Champions 2005/06.

Setelah kembali ke Feyenoord pada 2007, ia menutup karier bermainnya pada 2010, tepat setelah mengantarkan Belanda ke final Piala Dunia.

Dalam karier kepelatihannya, Giovanni memulai dari bawah sebagai asisten Ronald Koeman dan Fred Rutten di Feyenoord.

Ia lalu menangani Feyenoord U-21 sebelum naik ke tim senior pada musim 2014/15.

Kesuksesan bersama Feyenoord membuka pintu bagi Giovanni ke China bersama Guangzhou City, kemudian menuju Rangers pada 2021.

Ia sukses membawa Rangers ke final Liga Europa 2021/22, sebuah prestasi besar yang hanya terhenti oleh Eintracht Frankfurt lewat adu penalti.

Pada 2024, Besiktas mengontraknya. Di Turki ia langsung mempersembahkan Piala Super Turki 2024 dan mencatat 18 pertandingan dengan hasil 10 kemenangan, 4 imbang, dan 4 kekalahan sebelum kini menjadi bagian staf kepelatihan Liverpool.

Spekulasi Timnas Indonesia, Mungkin Terlalu Dini

Meski kedatangan orang tuanya membuat rumor semakin ramai, belum ada tanda bahwa Giovanni tengah mendekat ke Timnas Indonesia.

Namun hubungan kuat keluarga dengan Maluku serta statusnya sebagai pelatih berpengalaman Eropa membuat namanya tetap menarik untuk dipantau.

Load More