Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 22 November 2025 | 12:49 WIB
Timnas Indonesia U-17 (Antara)
Baca 10 detik
  • PSSI sulit temukan pengganti Nova Arianto untuk kursi pelatih U-17.

  • Wawancara telah dilakukan, namun belum ada calon pelatih yang ideal.

  • Nova Arianto dilibatkan PSSI dalam proses rekomendasi pelatih baru.

Suara.com - Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kini menghadapi tugas signifikan dalam penentuan figur pelatih kepala untuk Timnas Indonesia U-17.

Jabatan penting ini menjadi kosong setelah Nova Arianto resmi menerima promosi untuk mengemban tanggung jawab menahkodai skuad U-20.

Kenaikan jabatan Nova Arianto adalah bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa yang ia persembahkan bersama Garuda Muda.

Di bawah kepemimpinan mantan bek Timnas senior ini, Timnas U-17 berhasil mengamankan tempat di Piala Asia dan berkompetisi di putaran final Piala Dunia U-17.

Namun, keberhasilan ini justru menjadi tantangan besar bagi PSSI untuk menemukan pelatih dengan kaliber yang setara, yang mampu meneruskan catatan positif tersebut.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, secara terbuka mengakui beratnya proses pencarian ini.

Proses seleksi telah memasuki tahap wawancara dengan beberapa nama yang direkomendasikan.

“Berkaitan dengan pelatih Timnas Indonesia U-17, atas rekomendasi dan saran dari dirtek, ada beberapa nama."

"Beberapa nama juga sudah saya wawancara, saya tanya satu per satu terkait dengan hal-hal yang menjadi sesuatu untuk membuat Timnas Indonesia U-17 lebih baik,” ungkap Sumardji.

Baca Juga: Fakta Baru Bursa Pelatih Timnas Indonesia, Tawaran PSSI ke Timur Kapadze Tidak Kongkret

Meskipun tahapan wawancara telah dilaksanakan, Sumardji menyampaikan bahwa belum ada satu pun kandidat yang benar-benar memenuhi ekspektasi PSSI.

Oleh karena itu, proses mendalam untuk menyaring pelatih terbaik guna memimpin skuad U-17 akan terus dilanjutkan.

PSSI juga turut melibatkan Nova Arianto, yang kini menjadi figur kunci di Timnas U-20, dalam memberikan masukan.

“Tentu kami juga meminta Coach Nova memberikan rekomendasi dan ada beberapa nama yang terus kami lakukan pendalaman,” kata Sumardji.

Sumardji tidak ragu memberikan sanjungan tinggi atas kontribusi signifikan yang telah diberikan Nova Arianto dalam membangun fondasi Timnas U-17.

Menurutnya, wawasan dan pengalaman Nova selama menukangi tim patut dijadikan acuan bagi suksesornya.

“Soal siapa yang akan jadi pelatih, saya juga tidak akan jauh-jauh meminta kisi-kisi dari Coach Nova bagaimana selama ini bisa sukses,” ungkapnya.

Langkah ini menunjukkan keseriusan PSSI agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih figur pemimpin baru.

“Ini tentu nanti akan kami terus tanyakan kepada calon pelatih sehingga tidak salah dalam menemukannya,” lanjutnya.

Dalam upaya menemukan sosok yang ideal, PSSI juga menyatakan terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk insan media dan publik sepak bola nasional.

Keterbukaan terhadap saran-saran baru menandakan bahwa PSSI tidak menutup kemungkinan adanya kandidat yang muncul dari luar daftar awal.

“Tidak menutup kemungkinan juga akan ada hal baru terkait pelatih itu,” kata Sumardji.

Keputusan final mengenai siapa yang akan menempati posisi pelatih Timnas Indonesia U-17 akan menjadi pembahasan intensif.

Pertama, PSSI akan melakukan diskusi mendalam bersama Direktur Teknik, Alexander Zwiers.

Pembahasan ini kemudian akan dilanjutkan ke Sekretaris Jenderal sebelum dibawa ke Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk ditetapkan secara resmi.

"Kembali lagi, ini akan kami bicarakan secara intens dengan Coach Alexander (Zwiers)."

"Setelah itu baru ke Pak Sekjen dan kita bawa ke rapat Exco," tutupnya.

Proses yang hati-hati ini menunjukkan komitmen PSSI untuk memastikan kesinambungan prestasi yang telah dicapai Timnas U-17.

Kesuksesan Timnas Indonesia U-17 di masa mendatang akan sangat bergantung pada ketepatan PSSI dalam memilih pelatih baru ini.

Load More