-
Giovanni van Bronckhorst, asisten Liverpool, calon kuat pelatih Timnas Indonesia.
-
PSSI intens berkomunikasi mencari pengganti Patrick Kluivert yang dipecat.
-
Eks pelatih Rangers itu diprioritaskan PSSI untuk Piala Asia 2027.
Suara.com - Spekulasi mengenai calon arsitek baru Timnas Indonesia pasca-pemecatan Patrick Kluivert semakin mengerucut pada satu nama besar.
Nama Giovanni van Bronckhorst disebut-sebut sebagai kandidat paling potensial untuk menempati kursi panas kepelatihan Timnas Garuda.
Laporan terbaru dari Football Insider mengindikasikan adanya pembicaraan yang sangat serius antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan sang pelatih.
Van Bronckhorst, yang saat ini mengemban tugas sebagai salah satu staf pelatih di Liverpool, menjadi fokus utama PSSI.
Patrick Kluivert harus meninggalkan posisinya bulan lalu setelah serangkaian hasil mengecewakan yang menggagalkan upaya Indonesia menembus Piala Dunia 2026.
Merespons kegagalan tersebut, PSSI mengambil langkah cepat mencari figur kepemimpinan baru untuk segera membenahi tim.
Kecenderungan PSSI untuk memilih pelatih asal Belanda bukanlah hal baru, mengingat kedekatan historis serta banyaknya pemain naturalisasi.
Banyaknya pemain Timnas Indonesia dengan darah keturunan Belanda memperkuat pertimbangan PSSI untuk kembali menggunakan pelatih dari Negeri Kincir Angin.
Van Bronckhorst baru bergabung dengan jajaran staf kepelatihan Liverpool pada musim panas lalu, bekerja di bawah manajer Arne Slot.
Baca Juga: Giovanni van Bronckhorst Resmi Pelatih Timnas Indonesia? Erick Thohir: Jangan Buru-buru
Ia menggantikan peran yang sebelumnya diisi oleh John Heitinga, yang kemudian kembali ke Ajax Amsterdam sebelum akhirnya diberhentikan.
Perjalanan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 AFC memang diwarnai semangat juang tinggi, namun dua kekalahan telak dari Arab Saudi dan Irak menjadi titik balik yang fatal.
Dua kekalahan tersebut secara definitif menutup peluang Indonesia melaju ke putaran final, yang sekaligus mengakhiri masa jabatan Kluivert.
Menurut sumber dari Football Insider, komunikasi dengan Giovanni van Bronckhorst telah dimulai sejak awal November, dan kini telah memasuki tahap negosiasi yang lebih intensif.
Meskipun demikian, konfirmasi resmi terkait perkembangan pembicaraan ini belum dikeluarkan oleh pihak PSSI.
Prioritas PSSI saat ini bergeser penuh ke persiapan untuk menghadapi ajang bergengsi Piala Asia 2027.
Turnamen regional tersebut dipandang sebagai kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kegagalan sebelumnya telah teratasi.
Van Bronckhorst sendiri dikenal memiliki pengalaman melatih klub-klub Eropa papan atas seperti Rangers dan Besiktas.
Ia dianggap memiliki rekam jejak yang ideal, pengalaman mumpuni di kancah Eropa, kepribadian kuat, dan filosofi bermain yang progresif.
Semua atribut ini dinilai sangat cocok untuk melakukan rekonstruksi besar-besaran terhadap Timnas Indonesia.
Mengenai pentingnya mencari pengganti yang tepat, PSSI tetap berpegang pada prinsip profesionalisme.
Ketua Umum PSSI menegaskan bahwa tim harus segera bangkit dan menatap masa depan dengan optimisme.
Saat ditanyai mengenai kriteria pelatih, salah satu petinggi PSSI pernah berujar:
Hal ini semakin memperkuat spekulasi bahwa Van Bronckhorst, dengan latar belakangnya, sangat memenuhi kriteria tersebut.
Pergantian kepelatihan ini diharapkan membawa angin segar dan strategi baru yang lebih adaptif dan kompetitif.
Pengalaman Van Bronckhorst di Skotlandia dan Turki dapat memberikan perspektif yang dibutuhkan untuk menstabilkan performa Timnas.
Pendekatan progresif dalam melatih dinilai mampu memaksimalkan potensi pemain naturalisasi serta pemain muda Indonesia.
Target utama saat ini adalah memastikan Timnas Indonesia tampil maksimal dan meraih hasil terbaik di Piala Asia 2027.
PSSI memastikan bahwa proses pemilihan pelatih dilakukan dengan sangat hati-hati dan mempertimbangkan semua aspek teknis serta non-teknis.
Kehadiran sosok Van Bronckhorst akan membawa harapan besar bagi pendukung sepak bola Indonesia untuk melihat tim yang lebih kompetitif di tingkat internasional.
Semua pihak berharap komunikasi intensif ini segera menghasilkan kesepakatan demi masa depan cerah Timnas Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tersingkir oleh Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Kirim Sinyal Perang Rebut Posisi Utama
-
Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate
-
Kronologis Bintang PSG Achraf Hakimi Diseret ke Pengadilan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Banding Ditolak UEFA, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Inter, Gaji Jens Petter Hauge di Bawah Rata-rata Gaji Pemain Liga 1
-
Ada Sosok Pilot Pesawat Tempur di Balik Kengerian Bodo/Glimt di Liga Champions
-
Tak Seperti Oknum Suporter di Indonesia, Begini Cara Ekstrem Ultras Klub Italia Kalau Marah
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Senyum-senyum Wayne Rooney Diwawancara Reporter Cantik Ini dengan Telanjang Kaki
-
Bursa Transfer Juventus: Michele Di Gregorio Jadi Biang Kerok, Alisson Becker Masuk Radar