Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 12 Desember 2025 | 08:15 WIB
Janji Mauro Zijlstra jelang Timnas Indonesia U-22 lawan Myanmar. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]
Baca 10 detik
  • Striker Timnas U-22 Indonesia, Mauro Zijlstra, bertekad tampil lebih baik saat melawan Myanmar pasca-kekalahan dari Filipina.
  • Kemenangan saja tidak cukup; Garuda Muda harus mencetak banyak gol demi menjaga peluang lolos ke babak semifinal.
  • Zijlstra menekankan pentingnya suplai bola posisi bagus dan percepatan tempo permainan untuk membongkar pertahanan lawan.

Suara.com - Rasa kecewa mendalam akibat kekalahan dari Filipina telah memantik api semangat di dalam diri striker Timnas U-22 Indonesia, Mauro Zijlstra.

Menatap laga hidup mati melawan Myanmar, ia tidak hanya berjanji akan tampil lebih garang, tetapi juga secara terbuka membongkar strategi yang harus diterapkan tim jika ingin berpesta gol.

Pemain Volendam FC ini paham betul bahwa kemenangan saja tidak cukup. Garuda Muda butuh mencetak banyak gol untuk menjaga asa lolos ke semifinal.

“Saya pikir bagi kami ada kesempatan untuk menang melawan Myanmar dan mencetak banyak gol. Saya pikir kita harus percaya dan saya berharap kami bisa menang,” ujar Mauro Zijlstra di Thailand, Kamis (11/12/2025).

Zijlstra mengakui bahwa kegagalannya mencetak gol di laga perdana menjadi sebuah kekecewaan personal yang besar.

Menurutnya sebagai seorang striker, ia merasa ikut bertanggung jawab atas hasil minor tersebut.

“Bagi saya itu perasaan yang kurang baik karena saya tidak mencetak gol. Ketika tidak mencetak gol, saya sangat kecewa,” kata Mauro Zijlstra.

“Namun, perasaan itu juga terjadi kepada rekan setim saya lainnya. Itu hal yang mengecewakan bagi kami semua. Filipina punya satu kesempatan lewat lemparan ke dalam. Kami juga tidak beruntung,” ucapnya.

Untuk menebus kegagalan itu, ia berjanji akan tampil berbeda. Namun, ia juga menuntut satu hal krusial dari rekan-rekannya dengan suplai bola yang lebih optimal.

Baca Juga: Malaysia Sudah Tumbang, Apalagi yang Harus Dilakukan Timnas Indonesia U-22 Supaya ke Semifinal?

“Pertama-tama, saya butuh posisi, tentu saja. Jika saya mendapatkan umpan yang bagus, maka saya akan mencetak banyak gol. Namun, untuk sekarang saya belum bisa melakukannya,” jelas striker muda ini.

Ia menganalisis betapa sulitnya laga melawan Filipina di mana ia selalu dikepung oleh bek lawan. Ia berharap bisa mendapatkan lebih banyak ruang di laga kontra Myanmar.

“Laga sebelumnya melawan Filipina sangat sulit karena banyak bek di sekitar saya. Saya berharap sekarang bisa mendapatkan ruang yang lebih leluasa lalu kita akan lihat apa yang terjadi,” ujar Zijlstra.

Zijlstra juga sudah mengantisipasi kemungkinan Myanmar akan bermain defensif.

Menurutnya kunci untuk membongkar pertahanan berlapis adalah dengan mempercepat tempo permainan, sesuatu yang gagal mereka lakukan di laga sebelumnya.

“Saya pikir saya akan bergerak lebih banyak, bola harus ke atas. Sebelumnya aliran bola terlalu lambat, terutama di babak pertama,” tutur Mauro Zijlstra.

Load More